Abstract:
ABSTRAK
Latar Belakang: Preekalampsia pada ibu hamil merupakan tekanan darah tinggi (140/90 mmHg) dan protein dalam urine (proteinuria) setelah usia kehamilan 20 minggu.. Menurut data Puskesmas Jatiwaras tahun 2025 jumlah hipertensi dalam kehamilan dan preeklampsia mencapai 188 kasus (24,5%) dari 765 kehamilan, kondisi tersebut mengindikasikan hipertensi dalam kehamilan dan preeklampsia memerlukan perhatian khusus karena memiliki dampak buruk pada kehamilan, persalinan dan janin. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dominan terhadap kejadian preeklampsia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jatiwaras Tasikmalaya. Metode: jenis penelitian kuantitatif, metode analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil sebanyak 52 orang diperoleh dengan teknik total sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner, hasil laboratorium dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil : usia ibu hamil termasuk tidak beresiko (71.2%), paritas tidak beresiko (84,6%), jarak kehamilan tidak beresiko (80.8%), tidak mengaami preeklampsia (75.0%). Hasil uji statistik diperoleh terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil (0,000), terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil (0,026), terdapat hubungan jarak kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil (0,015). Faktor risiko dominan terhadap kejadian preeklampsia pada ibu hamil adalah usia ibu dengan OR 65,4, lebih besar dibadingkan dengan faktor paritas dan jarak kehamilan. Saran : Oleh karea itu, Ibu hamil disarankan melakukan pencegahan pre eklampsia dengan pemeriksaan ANC, merencakan usia kehamilan, mengatur jarak kehamilan.