Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis alih kode dan campur kode dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El-Shirazy serta mendeskripsikan potensinya sebagai alternatif pengayaan bahan ajar teks novel dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA/SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori alih kode dan campur kode menurut Suwito (1983, 1985) dan Thelander (1976). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Kembara Rindu ditemukan 53 data fenomena alih kode dan campur kode. Alih kode intern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, sedangkan alih kode ekstern berupa peralihan ke bahasa Arab dan bahasa Inggris. Campur kode intern berupa penyisipan unsur bahasa Jawa, dan campur kode ekstern berupa penyisipan unsur bahasa Arab dan bahasa Inggris. Penggunaan kedua fenomena kebahasaan tersebut dilatarbelakangi oleh faktor sosial, budaya, religius, dan situasi komunikasi antartokoh. Novel Kembara Rindu dinilai memenuhi seluruh kriteria bahan ajar yang baik, meliputi prinsip relevansi, kesesuaian dengan karakter peserta didik, kebermaknaan, variasi bentuk, sistematika penyajian, dan kemandirian menurut Kosasih (2021). Sebagai contoh, penggunaan kata “Njenegan” dan “Injih” merupakan alih kode intern dari bahasa Jawa yang mencerminkan hierarki sosial pesantren; ungkapan “Alhamdulillah. Allahu Akbar!” merupakan alih kode ekstern ke bahasa Arab sebagai ekspresi rasa syukur; kata “dawuh” dan “sungkan” merupakan campur kode intern dari bahasa Jawa; serta kata “khadim” dan ungkapan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” merupakan campur kode ekstern dari bahasa Arab. Dengan demikian, novel ini berpotensi dijadikan sebagai alternatif pengayaan bahan ajar membaca teks novel yang kontekstual, analitis, dan bermakna dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.