| dc.description.abstract |
PT Dirgantara Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di industri kedirgantaraan dituntut untuk menghasilkan produk dengan tingkat kualitas yang tinggi. Namun, pada proses produksi Reff D Nose Panel A350 masih ditemukan defect yang dapat memengaruhi kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect, mengukur tingkat kecacatan, menganalisis faktor penyebab, menentukan prioritas risiko, serta merumuskan usulan perbaikan pada proses produksi Reff D Nose Panel A350. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang dikombinasikan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pada tahap Measure dilakukan pengukuran menggunakan DPU, DPO, DPMO, dan Level Sigma. Tahap Analyze menggunakan Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan FMEA, sedangkan tahap Improve menggunakan pendekatan 5W+1H dan tahap Control berupa penyusunan Control Plan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis defect dengan total 18 kejadian dari 120 unit produk. Defect dominan adalah Burned Area sebanyak 8 kejadian (44,44%) dan Material Corroded sebanyak 6 kejadian (33,33%) dengan kontribusi kumulatif sebesar 77,78%. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata DPU sebesar 0,1500, DPO sebesar 0,0250, DPMO sebesar 25.000, dan Level Sigma sebesar 3,46 sigma. Berdasarkan FMEA, penyebab dengan risiko tertinggi adalah parameter Heat Treatment yang tidak sesuai standar dengan nilai RPN 180. Usulan perbaikan difokuskan pada pengendalian parameter Heat Treatment, pemeriksaan fasilitas TSA dan Raw Material Clad, serta peningkatan pemeriksaan material dari supplier dan Incoming Material Inspection. Selanjutnya, Control Plan disusun sebagai rancangan pengendalian proses. Control Plan yang dihasilkan masih berupa usulan dan belum diimplementasikan secara langsung di perusahaan. |
en_US |