Abstract:
Kesehatan jiwa ibu hamil merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan maternal karena perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Dukungan suami menjadi salah satu faktor yang berperan dalam menjaga kondisi psikologis ibu hamil. Kurangnya dukungan suami dapat menyebabkan ibu hamil lebih rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kesehatan jiwa pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Dayeuhluhur 1 Kabupaten Cilacap Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Dayeuhluhur 1 Kabupaten Cilacap dengan jumlah sampel sebanyak 41 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan suami dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan suami kategori baik sebanyak 21 responden (51,2%) dan tingkat kesehatan jiwa kategori tidak depresi sebanyak 22 responden (53,7%). Hasil uji bivariat diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) dengan nilai OR sebesar 12,750, yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan tingkat kesehatan jiwa pada ibu hamil trimester III.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mendapatkan dukungan suami baik cenderung memiliki kesehatan jiwa yang lebih baik dibandingkan ibu hamil dengan dukungan suami kurang. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan suami dalam pelayanan antenatal care untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil.
Kata kunci: dukungan suami, kesehatan jiwa, ibu hamil trimester III, EPDS.