Abstract:
Latar Belakang : Konstipasi merupakan salah satu gangguan eliminasi yang sering
terjadi pada lansia akibat penurunan motilitas usus, kurangnya aktivitas fisik,
rendahnya asupan serat, serta kurangnya konsumsi cairan. Salah satu upaya
nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi konstipasi adalah
konsumsi Carica papaya L. (pepaya) yang mengandung serat, air, dan enzim papain
yang berperan dalam membantu memperlancar proses defekasi. Tujuan : Bertujuan
untuk memberikan asuhan keperawatan pada Tn. U dengan konstipasi melalui
inovasi konsumsi Carica papaya L. untuk membantu menurunkan konstipasi di
Desa Cidolog. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan
pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis
keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui
edukasi kesehatan serta penerapan Evidence Based Practice (EBP) berupa konsumsi
Carica papaya L. sebanyak ±200–250 gram per hari selama 3 hari berturut-turut
disertai peningkatan konsumsi cairan, makanan tinggi serat, dan aktivitas fisik
ringan. Hasil : Hasil implementasi menunjukkan adanya perubahan pola eliminasi
pada Tn. U berupa peningkatan frekuensi buang air besar, penurunan keluhan sulit
BAB, berkurangnya rasa tidak nyaman pada abdomen, serta perubahan konsistensi
feses menjadi lebih lunak setelah konsumsi Carica papaya L. secara rutin.
Kesimpulan : Konsumsi Carica papaya L. efektif sebagai terapi nonfarmakologis
dalam membantu mengurangi konstipasi pada lansia. Penerapan intervensi ini dapat
meningkatkan pola eliminasi, mudah dilakukan di rumah, aman digunakan, serta
dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga.