Abstract:
Menopause merupakan fase alamiah yang dialami setiap wanita, namun kurangnya pengetahuan tentang proses ini dapat menurunkan kesiapan menghadapinya, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Perolehan data awal di Desa Bengbulang Wilayah Kerja Puskesmas Karangpucung II Kabupaten Cilacap menunjukkan sebagian besar wanita perimenopause belum memahami menopause dan belum pernah mendapatkan edukasi terkait. Studi ini bertujuan untuk menguji korelasi antara tingkat pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menopause pada wanita perimenopause di wilayah studi. Menggunakan pendekatan kuantitatif analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 193 responden berusia 40–50 tahun yang dipilih melalui simple random sampling dari total populasi 373 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner terstruktur, lalu dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong kurang (52,8%), namun sebagian besar teridentifikasi siap menghadapi menopause (57,0%). Uji statistik menghasilkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 31,716 (p-value <0,001 (p<0,05)), yang mengonfirmasi adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, tingkat pengetahuan yang lebih baik berbanding lurus dengan tingginya kesiapan wanita perimenopause dalam menghadapi fase tersebut. Puskesmas dan tenaga kesehatan disarankan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi bagi wanita perimenopause di wilayah pedesaan.