Abstract:
Pendahuluan : Dehiscence luka operasi merupakan salah satu komplikasi pasca operasi yang dapat menyebabkan keterlambatan penyembuhan luka, peningkatan risiko infeksi, perpanjangan lama rawat inap, hingga peningkatan biaya perawatan. Perawat memiliki peran penting dalam melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya dehiscence luka operasi melalui pendekatan berbasis evidence. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan dalam pencegahan dehiscence luka operasi berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode : Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020. Artikel diperoleh melalui database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Penilaian kualitas artikel menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis dalam penelitian ini. Hasil dan pembahasan : Hasil literature review menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang efektif dalam pencegahan dehiscence luka operasi meliputi wound care/dressing, monitoring luka, Negative Pressure Wound Therapy (NPWT), manajemen nutrisi, bundle care, edukasi pasien, dan pencegahan infeksi. Intervensi yang paling konsisten efektif adalah bundle care, monitoring luka sistematis, dan penggunaan dressing modern dengan prinsip moist wound healing. Intervensi keperawatan berbasis evidence terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi luka operasi dan mendukung proses penyembuhan luka secara optimal.