Abstract:
Latar Belakang: Moral distress berdampak serius pada kesejahteraan psikologis
perawat, meningkatkan turnover, dan menurunkan kualitas asuhan pasien. Ethical
climate diyakini sebagai prediktor kontekstual terhadap moral distress pada
perawat. Tujuan: Menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan
ethical climate dengan moral distress pada perawat berdasarkan studi empiris yang
diterbitkan tahun 2021 – 2026. Desain: Systematic Literature Review (SLR)
mengacu pada panduan PRISMA 2020. Sumber Data: PubMed, ScienceDirect,
dan DOAJ. Total 231 artikel teridentifikasi, 20 artikel yang memenuhi kriteria
inklusi. Metode Review: Pencarian menggunakan kata kunci ethical climate dan
moral distress dengan operator Boolean. Kriteria inklusi mengacu pada kerangka
PECOS: populasi perawat, exposure ethical climate, outcome moral distress, dan
desain kuantitatif. Penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist
for Analytical Cross-Sectional Studies. Hasil: Seluruh 20 studi (100%)
menunjukkan hubungan negatif konsisten antara ethical climate dan moral distress
di berbagai negara dan setting klinis (r = - 0.19 hingga – 0.58). Ethical climate
merupakan prediktor signifikan moral distress (β = - 0.484; R² = 0.402). Dimensi
caring dan benevolence paling protektif, sedangkan dimensi egoism berkorelasi
positif dengan moral distress. Kesimpulan: Ethical climate berhubungan negatif
signifikan dengan moral distress pada perawat. Penguatan ethical climate positif
merupakan strategi berbasis bukti untuk menurunkan moral distress dan
meningkatkan retensi perawat.