Abstract:
Status gizi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan anak, terutama pada usia 18–24 bulan yang merupakan periode
emas perkembangan. Gangguan status gizi dapat menghambat perkembangan anak
apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 18–24 bulan di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Pangandaran. Penelitian menggunakan desain
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah
77 anak usia 18–24 bulan yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified
sampling dengan quota sampling . Data status gizi diperoleh melalui pengukuran
berat badan dan panjang badan menggunakan timbangan digital serta length
board/infantometer, kemudian diklasifikasikan berdasarkan standar antropometri
WHO. Perkembangan anak diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining
Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square
dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar anak memiliki status gizi baik (70,1%) dan perkembangan sesuai
(87%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara status gizi dengan perkembangan anak usia 18–24 bulan (χ² = 53,834; p =
0,001). Disimpulkan bahwa status gizi berhubungan secara signifikan dengan
perkembangan anak. Oleh karena itu, pemantauan status gizi dan perkembangan
secara rutin melalui posyandu perlu terus ditingkatkan sebagai upaya deteksi dini
dan pencegahan gangguan tumbuh kembang anak.