Abstract:
Latar Belakang: Rendahnya kunjungan lansia ke Posyandu menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan masyarakat karena dapat menghambat pemantauan kesehatan dan deteksi dini penyakit pada lansia. Faktor yang memengaruhi meliputi rendahnya kesadaran lansia, keterbatasan kondisi fisik, akses pelayanan kesehatan, dan dukungan keluarga. Kader Posyandu berperan penting dalam meningkatkan partisipasi lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman kader Posyandu dalam menggerakkan lansia, mengetahui hambatan, serta strategi yang dilakukan dalam meningkatkan kunjungan lansia ke Posyandu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kader berperan dalam mengingatkan jadwal Posyandu, memberikan motivasi, melakukan pendekatan personal, dan membangun komunikasi dengan lansia. Hambatan yang ditemukan yaitu rendahnya kesadaran, keterbatasan fisik, kurangnya dukungan keluarga, dan kendala akses. Strategi kader dilakukan melalui edukasi, penyuluhan, kunjungan rumah, dan pendekatan keluarga. Kesimpulan: Peran aktif kader dan dukungan lingkungan dapat meningkatkan kunjungan lansia ke Posyandu.