| dc.description.abstract |
Berat badan merupakan salah satu indikator utama pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan. Kenaikan berat badan yang tidak optimal dapat dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi. Pijat bayi merupakan terapi komplementer berupa stimulasi taktil yang dapat meningkatkan fungsi pencernaan, kualitas tidur, frekuensi menyusu, dan penyerapan nutrisi sehingga berpotensi mendukung kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wanareja 1 Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group design. Sampel terdiri dari 30 bayi yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (15 bayi) dan kontrol (15 bayi). Kelompok intervensi diberikan pijat bayi selama 10 hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene's Test, Paired Sample t-test, dan Independent Sample t-test dengan α = 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata berat badan kelompok intervensi meningkat dari 6.506,67 gram menjadi 6.886,67 gram dengan kenaikan 380 gram (p<0,05), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 5.086,67 gram menjadi 5.180,00 gram dengan kenaikan 93,33 gram (p<0,05). Hasil Independent Sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan kenaikan berat badan yang bermakna antara kedua kelompok (p<0,05), dengan kenaikan pada kelompok intervensi sekitar 4,07 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pijat bayi berpengaruh terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi komplementer untuk mendukung pertumbuhan bayi. |
en_US |