| dc.description.abstract |
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Bendungan ASI pada Ibu Nifas di Puskesmas Mangunjaya Tahun 2026
Erny Mulyasari Hidayat1, Sri Heryani1, Silvia Widyani Heriyanti 1
1 Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh, Ciamis, Indonesia
Email corresponding:ernyhidayat01@gmail.com
ABSTRAK
Bendungan ASI dapat muncul pada masa nifas ketika pengosongan payudara tidak berlangsung secara efektif. Keadaan ini ditandai oleh payudara yang terasa penuh, keras, nyeri, dan membengkak sehingga kenyamanan serta proses menyusui dapat terganggu. Sejumlah faktor yang diperkirakan berkaitan dengan masalah tersebut meliputi teknik dan frekuensi menyusui, pengetahuan ibu, perawatan payudara, paritas, dukungan keluarga, serta kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian bendungan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Mangunjaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Seluruh populasi sebanyak 30 ibu nifas digunakan sebagai sampel penelitian. Data diperoleh melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil analisis menunjukkan hubungan bermakna antara kejadian bendungan ASI dengan teknik menyusui (p=0,009), frekuensi menyusui (p=0,014), pengetahuan (p=0,018), perawatan payudara (p=0,013), paritas (p=0,027), dukungan keluarga (p=0,006), serta kondisi psikologis (p=0,010). Karena seluruh nilai p berada di bawah 0,05, ketujuh faktor tersebut dinyatakan berhubungan secara statistik dengan bendungan ASI. Di antara variabel yang dianalisis, dukungan keluarga mempunyai nilai p paling kecil, yaitu 0,006.
Kata kunci: bendungan ASI, ibu nifas, dukungan keluarga, teknik menyusui, perawatan payudara. |
en_US |