Abstract:
Pendahuluan: Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Desa Awassagara masih lebih rendah dibandingkan metode kontrasepsi non-MKJP, meskipun MKJP memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Rendahnya penggunaan MKJP diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia, paritas, dan dukungan suami. Tujuan: mengetahui hubungan usia, paritas, dan dukungan suami dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur di Desa Awassagara Kabupaten Garut Tahun 2026. Metode: enelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan uji exact Fisher-Freeman-Halton sesuai dengan pemenuhan asumsi analisis, dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (59,8%), multipara (66,6%), memperoleh dukungan suami (66,7%), dan menggunakan MKJP (50,6%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,025), paritas (p=0,014), dan dukungan suami (p<0,001) dengan pemilihan MKJP. Kesimpulan: bahwa usia, paritas, dan dukungan suami berhubungan signifikan dengan pemilihan MKJP pada wanita usia subur. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan konseling serta melibatkan suami dalam program Keluarga Berencana guna meningkatkan penggunaan MKJP.
Kata kunci: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), usia, paritas, dukungan suami