| dc.description.abstract |
Keputihan (leukorrhea) merupakan salah satu kondisi kesehatan reproduksi yang
sering dialami remaja putri. Di Indonesia, sekitar 31,8% perempuan usia 15-24 tahun
mengalami keputihan. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan
adalah perilaku personal hygiene organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan personal hygiene organ reproduksi dengan kejadian keputihan pada
remaja putri di SMA Negeri 1 Baregbeg Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross
sectional.Populasi penelitian berjumlah 213 siswi kelas X dan XI, dengan sampel 153
responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling.
Instrumen terdiri atas kuesioner personal hygiene organ reproduksi dan kuesioner kejadian
keputihan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi
Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93
responden (60,8%) memiliki personal hygiene organ reproduksi baik dan 60 responden
(39,2%) kurang baik. Sebanyak 84 responden (54,9%) mengalami keputihan. Uji Pearson
Chi-Square menunjukkan p-value = 0,019 (p < 0,05), dengan odds ratio (OR) = 2,227 dan
95% CI: 1,136–4,369. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
personal hygiene organ reproduksi dengan kejadian keputihan. Responden dengan personal
hygiene organ reproduksi kurang baik memiliki odds mengalami keputihan 2,227 kali
dibandingkan responden dengan personal hygiene organ reproduksi baik.
Kata kunci: Keputihan, Kesehatan Reproduksi, Organ Reproduksi, Personal Hygiene,
Remaja Putri |
en_US |
| dc.description.sponsorship |
Dr. Bdn. Widya Maya Ningrum, SST., M.Kes., M.Tr.Keb.
Sri Heryani, SST., M.Tr.Keb |
en_US |