| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Deteksi komplikasi kebidanan tersebut dapat memberikan dorongan bagi ibu hamil untuk melakukan ANC, pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan seperti deteksi ini adanya preeklampsia merupakan hal yang penting untuk diketahui oleh ibu hamil. Data UPTD Puskesmas Cipatujah Januari- Februari 2026 jumlah ibu hamil hipertensi sebanyak 49 orang, cakupan ANC K1 mencapai 87%, dan K4 sebesar 76,2%. Perbedaan antara cakupan K1 dan K4 ini menunjukkan bahwa masih terdapat ibu hamil yang belum melakukan kunjungan ANC secara lengkap sesuai standar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini preeklampsia dengan keteraturan kunjungan ANC. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif korelasi dengan metode survey dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 65 orang diperoleh dengan teknik total sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil : pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini preeklampsia termasuk kurang (44.6%), keteraturan kunjungan ANC sebagian besar teratur (64,6%). Hasi uji chi suare didapatkan p value 0,001. Kesimpulan: terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini preeklampsia dengan keteraturan kunjungan ANC di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cipatujah. Saran, Ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya tentang tanda bahaya kehamilan khususnya dalam deteksi dini preeklampsia dengan cara konsultasi proaktif kepada tenaga kesehatan. Melakukan pemantauan dan pengawasan selama kehamilan dengan melakukan ANC yang teratur. Kata Kunci : ANC, deteksi dini, keteraturan pereeklampsia, puskesmas |
en_US |