| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Kesehatan ibu dan anak (KIA) adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, bersalin, nifas, menyusui, bayi, balita, hingga anak prasekolah. Subinvolusi uteri disebabkan oleh beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu umur ibu, paritas, laktasi, nutrisi, komplikasi persalinan, mobilisasi, dan psikologis ibu. Pada akhir bulan Maret di Puskesmas Selasari ditemukan ada ibu nifas yang mengalami sub involusi yang menyebabkan proses pemulihan ibu nifas terhambat. Penelitian ini melibatkan 37 ibu nifas yang melahirkan di Puskesmas Selasari. Metode: dalam penelitian ini metode pendekatan dan survey menggunakan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 ibu nifas yang melahirkan di Puskesmas Selasari dengan pengumpulan data menggunakan observasi dengan Standar Operasional Prosedur Pijat Oksitosin. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode uji Fisher Exact. Hasil: usia paling banyak ibu nifas pada penelitian ini pada rentang 20-30 tahun dengan jumlah 20 orang (54%). Jika dari pendidikan, ibu nifas yang diteliti paling banyak memiliki pendidikan SMA dengan jumlah 20 orang (54%). Sedangkan dari pekerjaan, ibu nifas paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan jumlah 17 orang (45,9%). Terdapat hubungan pijat oksitosin terhadap penurunan tinggi fundus uteri (ρ value 0,017). Tidak terdapat hubungan pijat oksitosin terhadap pengeluaran lochea (ρ value 0,656). Kesimpulan: penurunan tinggi fundus uteri ada hubungannya dengan pijat oksitosin, tetapi pengeluaran lochea tadak ada hubungannya dengan pijat oksitosin.
Kata kunci : pengeluaran lochea, penurunan tfu, pijat oksitosin |
en_US |