| dc.description.abstract |
Latar belakang: angka morbiditas da mortalitas pada ibu hamil di Indonesia masih cukup tinggi. Komplikasi pada kehamilan dapat berkembang dengan cepat sehingga kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya menjadi bagian penting dalam mencegah keterlambatan mencari pertolongan. Upaya untuk meninghatkan pengetahuan ibu dan keluarga maka diperlukan pendidikan kesehatan pada ibu hamil dengan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi audiovisual terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Klinik Mahesa Medical Center Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Mahesa Medical Center Garut selama bulan Juli 2026, sampel sebanyak 36 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Intrumen yang digunakan adalah kusioner yang diberikan langsung kepada responden kemudian dianaisis dengan analisis tendensi sentral dan uji paired test. Hasil penelitian didapatkan karakteristik ibu hamil sebagian besar pada rentang usia 20-35 tahun (80,6), paritas primipara (58,3), pekerjaan ibu rumah tangga (44,4), pendidikan dari SMA (47,2). Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi audiovisual sebesar 7,7 tingkat pengetahuan kategori kurang (65.7), setelah edukasi menjadi 12,26, tingkat pengetahuan kategori baik (62,9). Hasil uji statistik didapatkan p value 0,000. kesimpulannya ada pengaruh media edukasi audiovisual terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Klinik Mahesa Medical. Oleh karena itu, media edukasi audiovisual merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam penyampaian informasi mengenai tanda bahaya kehamilan.
Kata kunci: audio visual, ibu hamil, tanda bahaya kehamilan |
en_US |