Abstract:
Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan
mental yang sering terjadi dan dapat memengaruhi kesiapan ibu dalam
menghadapi persalinan. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat menghambat
kemampuan berpikir jernih, mengelola emosi, dan menurunkan kesiapan mental
ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat
kecemasan ibu hamil trimester III dengan kesiapan menghadapi persalinan di
Puskesmas Langkaplancar Tahun 2025.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang
melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Langkaplancar pada bulan April–Mei
2025 sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating
Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuesioner kesiapan
menghadapi persalinan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan derajat
kemaknaan α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami
kecemasan tingkat sedang yaitu 26 orang (43,3%), kecemasan ringan 24 orang
(40,0%), dan kecemasan berat 10 orang (16,7%). Kesiapan menghadapi persalinan
menunjukkan 33 orang (55,0%) dalam kategori siap dan 27 orang (45,0%) tidak
siap. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai χ² = 36,224 dengan derajat
bebas (df) = 2 dan nilai p-value = 0,000 (p < 0,001), yang berarti terdapat
hubungan yang sangat signifikan antara tingkat kecemasan ibu hamil trimester III
dengan kesiapan menghadapi persalinan.
Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat kecemasan ibu
hamil trimester III dengan kesiapan menghadapi persalinan di Puskesmas
Langkaplancar Tahun 2025. Semakin tinggi tingkat kecemasan ibu hamil, maka
semakin rendah kesiapan menghadapi persalinan, dan sebaliknya. Diharapkan
tenaga kesehatan melakukan skrining kecemasan rutin pada ibu hamil trimester III
dan memberikan intervensi manajemen kecemasan untuk meningkatkan kesiapan
persalinan.