| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi Program Bina Keluarga Remaja (BKR) di Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, yang ditunjukkan oleh belum konsistennya partisipasi keluarga dalam kegiatan penyuluhan, belum optimalnya keterlibatan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program Keluarga Berencana (KB), serta belum konsistennya pelaksanaan dan pelaporan kegiatan BKR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program BKR, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya Tim BKKBN dalam mengatasi hambatan implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari informan yang terdiri atas Tim BKKBN, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader BKR, dan keluarga sasaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik badan pelaksana, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, disposisi pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program BKR secara umum telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung meliputi kejelasan tujuan, pembagian tugas, komunikasi, komitmen pelaksana, serta dukungan kelembagaan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya, kapasitas kader, waktu keluarga, dan kesenjangan pemahaman target operasional. Upaya yang dilakukan meliputi penguatan kader, optimalisasi sumber daya, peningkatan komunikasi dan koordinasi, serta penyesuaian kegiatan dengan kondisi keluarga sasaran. Disarankan agar Tim BKKBN dan PLKB meningkatkan pembinaan kader, memperkuat komunikasi, serta mengembangkan pelaksanaan kegiatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi keluarga. |
en_US |