Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kayu pada PT Synergy Karya Cemerlang menggunakan metode Silver-Meal guna meminimalkan biaya persediaan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya overstock dan stockout akibat sistem pemesanan bahan baku yang belum menggunakan metode pengendalian persediaan secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data berupa permintaan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, lead time, safety stock, dan total biaya persediaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi perusahaan.
Tahapan penelitian meliputi analisis sistem pengendalian persediaan perusahaan, perhitungan safety stock dan reorder point (ROP), penentuan ukuran lot menggunakan metode Silver-Meal, serta perbandingan total biaya persediaan antara kebijakan perusahaan dan metode Silver-Meal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Silver-Meal menghasilkan ukuran lot rata-rata sebesar 5.152,86 batang dengan frekuensi pemesanan sebanyak 7 kali, sedangkan kebijakan perusahaan menghasilkan ukuran lot rata-rata sebesar 1.717,62 batang dengan frekuensi pemesanan sebanyak 21 kali. Hasil perhitungan juga menunjukkan safety stock sebesar 1.247 batang sebagai persediaan pengaman untuk mengantisipasi ketidakpastian kebutuhan bahan baku.
Selain itu, total biaya persediaan menggunakan metode Silver-Meal sebesar Rp2.569.451.500, lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp2.587.940.845, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp18.489.345 atau sekitar 0,71%. Dengan demikian, metode Silver-Meal dapat menjadi alternatif bagi perusahaan dalam menentukan ukuran dan frekuensi pemesanan secara lebih efisien serta meminimalkan total biaya persediaan bahan baku kayu pada PT Synergy Karya Cemerlang.
Kata Kunci: Pengendalian persediaan, Silver-meal, bahan baku kayu, biaya persediaan, Silver-Meal, Safety Stock, Reorder Point.