Abstract:
PT Macakal Pangan Sejahtera merupakan perusahaan yang memproduksi tahu bulat dengan kapasitas produksi yang tinggi sehingga memerlukan pengendalian kualitas yang efektif untuk menjaga kesesuaian produk dengan standar perusahaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masih ditemukan produk tahu bulat yang tidak memenuhi standar ukuran sehingga harus dikembalikan ke proses Rework. Kondisi tersebut menyebabkan penambahan waktu proses, penurunan efisiensi produksi, serta berpotensi meningkatkan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi pengendalian kualitas yang diterapkan perusahaan, menganalisis penyebab terjadinya produk Rework menggunakan metode Seven Tools, serta menyusun usulan perbaikan guna mengurangi tingkat kecacatan produk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode Seven Tools yang meliputi Check Sheet, flow chart, Histogram, diagram Pareto, scatter diagram, P-Chart, dan Fishbone diagram. Data penelitian berupa data jumlah produksi dan produk Rework selama periode 1–31 Mei 2026 dengan 30 hari kerja efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan data produksi perusahaan. Selanjutnya, data dianalisis untuk mengetahui proporsi produk Rework, jenis ketidaksesuaian yang dominan, kestabilan proses produksi, serta faktor-faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian ukuran produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode pengamatan jumlah produksi mencapai 4.571.067 butir dengan total produk Rework sebanyak 99.239,31 butir atau rata-rata proporsi Rework sebesar 2,17%. Diagram Pareto menunjukkan bahwa varian Semi dan Standar merupakan penyumbang Rework terbesar dengan kontribusi kumulatif sebesar 96,4%. Analisis P-Chart menunjukkan bahwa proses produksi secara umum berada dalam kondisi terkendali, meskipun terdapat dua titik pengamatan yang berada di luar batas kendali statistik. Analisis Fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab utama ketidaksesuaian ukuran produk berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut, usulan perbaikan yang direkomendasikan meliputi peningkatan ketelitian dan pelatihan operator, kalibrasi serta perawatan mesin secara berkala, penyempurnaan prosedur kerja, dan peningkatan pengawasan proses produksi untuk meminimalkan produk Rework.