Abstract:
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada
perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan Pemeriksaan Payudara
Sendiri (SADARI). Studi pendahuluan di SMA Negeri 1 Baregbeg Kabupaten Ciamis
menunjukkan bahwa 64,3% siswi belum pernah memperoleh edukasi mengenai SADARI
dan hanya 35,7% yang mengetahui cara melakukan SADARI dengan benar. Kondisi
tersebut diduga dipengaruhi oleh pengetahuan, keterpaparan informasi, dan dukungan
keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, keterpaparan
informasi, dan dukungan keluarga dengan perilaku SADARI pada siswi SMA Negeri 1
Baregbeg Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 213 siswi
kelas X dan XI, dengan sampel 139 responden yang dipilih menggunakan teknik
proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner
yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar
responden memiliki pengetahuan cukup (52,5%), tidak terpapar informasi (53,2%),
memperoleh dukungan keluarga (54,7%), dan memiliki perilaku SADARI baik (59,7%).
Hasil uji Chi-Square menunjukkan pengetahuan tidak berhubungan dengan perilaku
SADARI (p = 0,065), sedangkan keterpaparan informasi (p = 0,000) dan dukungan
keluarga (p = 0,000) berhubungan signifikan. Disimpulkan bahwa keterpaparan informasi
dan dukungan keluarga berhubungan dengan perilaku SADARI, sedangkan pengetahuan
tidak berhubungan. Edukasi mengenai SADARI perlu ditingkatkan untuk mendukung
deteksi dini kanker payudara pada remaja.
Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Keterpaparan Informasi, Perilaku SADARI,
Pengetahuan, Remaja Putri