Abstract:
Penggunaan KB suntik menjadi metode kontrasepsi yang paling dominan dengan persentase akseptor aktif yang sangat tinggi, artinya pemilihan kontrasepsi suntik sebagai kontrasepsi yang paling banyak digunakan dengan alasan karena aman, sederhana, efektif dan dapat dipakai pasca persalinan. Data dari TPMB Olis Holisoh Karangpawitan tahun 2026 periode januari-April jumlah akseptor KB aktif sebanyak 462 orang, dari jumlah tersebut akseptor suntik sebanyak 211 orang (45,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan usia akseptor KB dengan pemilihan kontrasepsi suntik. Jenis penelitian adalah kuantitatif, metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalah wanita usia subur akseptor KB sebanyak 462 orang, sampel size menggunakan slovin diperoleh 82 orang yang termasuk pada kriteria inklusi. Data diperoleh secara langsung dari resonden menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan akseptor KB tentang kontrasepsi suntik termasuk baik (40,2%), usia rentang 20-35 tahun sebanyak 53,7%. Pemilihan metode kontrasepsi suntik sebanyak 47,6%. hasil uji chi square didapatkan variabel pengetahuan sebesar 0,002 dan usia sebesr 0,007. Pemilihan kontrasepsi didasarkan pada pengetahuan dan usia. Namun hal ini, mempertimbangkan efektivitas efieisnesi dan tujuan dari pneggunaan kontrasepsi tersebut. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan pengetahuan dan usia ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi suntik pada akseptor KB . Oleh karena itu wanita usia subur menggunakan kontrasepsi yang cocok sesuai indikasi dan kontra indikasi atau sesuai dengan tujuan penggunaan kontrasepsi, selain itu ibu disarankan untuk konsultasi aktiv kepada tenaga kesehatan dan konseling sebelum penggunaan kontrasepsi