Abstract:
Anemia defisiensi besi pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi kondisi fisik, kapasitas kognitif, dan produktivitas. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program school feeding berbasis pangan lokal kaya zat besi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia di SMAN 1 Cikatomas. Penyelidikan ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMAN 1 Cikatomas yang terdeteksi mengalami anemia, dengan sampel sebanyak 25 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi kadar hemoglobin awal <12,0 g/dL. Intervensi berupa pemberian makanan utama dan selingan bergizi seimbang yang memanfaatkan bahan pangan lokal kaya zat besi heme dan non-heme serta kombinasi vitamin C selama 4 minggu. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi menggunakan alat hemoglobinometer digital portabel terkalibrasi. Analisis data mencakup uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji statistik parametrik Paired Sample t-Test. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 9,21 g/dL (SB=0,88) dan meningkat secara signifikan menjadi 10,79 g/dL (SB=0,82) setelah intervensi, dengan rerata kenaikan sebesar 1,58 g/dL. Uji statistik parametrik menghasilkan nilai t=32,920 dengan p=0,0001 (p<0,05), yang membuktikan bahwa program school feeding berbasis pangan lokal kaya zat besi secara signifikan efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal terstruktur di sekolah dapat menjadi strategi komplementer yang berkelanjutan dalam penanggulangan anemia pada remaja putri.
Kata kunci: anemia, remaja putri, school feeding, pangan lokal, zat besi, hemoglobin