Abstract:
Dismenore merupakan nyeri yang dirasakan pada saat menstruasi dan menjadi salah satu keluhan ginekologi yang paling umum dialami oleh remaja putri, termasuk siswi di SMAN 1 Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Nyeri dismenore yang tidak segera ditangani dapat mengganggu konsentrasi dan aktivitas belajar di sekolah. Salah satu upaya penanganan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah teknik counter pressure, yaitu pemberian tekanan manual pada area sakrum/abdomen bawah untuk mengurangi sensasi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas counter pressure terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Mangunjaya Kabupaten Pangandaran Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (one group pretest-posttest design). Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X dan XI yang mengalami dismenore, dengan jumlah sampel sebanyak 47 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian counter pressure, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor nyeri sebelum intervensi sebesar 4,31 (kategori nyeri sedang) dan menurun menjadi 2,89 (kategori nyeri ringan) sesudah intervensi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Seluruh responden (100%) mengalami penurunan skor nyeri setelah diberikan counter pressure. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian counter pressure terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Mangunjaya Kabupaten Pangandaran Tahun 2026