Abstract:
ABSTRAK
Ketersediaan bahan baku dalam jumlah dan waktu yang sesuai merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan proses produksi pada industri pengolahan pangan berbahan dasar kedelai. Pada produk Tahu Bulat di PT Macakal Pangan Sejahtera, perencanaan kebutuhan material perlu disusun secara sistematis agar kebutuhan bahan baku dapat disesuaikan dengan rencana produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengendalian persediaan bahan baku, menentukan hasil peramalan sebagai dasar penyusunan Master Production Schedule (MPS), menyusun kebutuhan material menggunakan Material Requirement Planning (MRP), serta menentukan jumlah dan waktu pemesanan bahan baku berdasarkan hasil perhitungan MRP.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus pada PT Macakal Pangan Sejahtera. Data yang digunakan meliputi data permintaan dan produksi serta data yang berkaitan dengan persediaan dan pengadaan bahan baku selama periode Januari–Mei 2026. Pengolahan data dilakukan melalui peramalan permintaan dengan metode konstan, evaluasi kesalahan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), penyusunan MPS, penyusunan Bill of Material (BOM), perhitungan MRP, dan penentuan ukuran pemesanan menggunakan metode Lot For Lot (L4L). Hasil peramalan untuk Juni 2026 diperoleh sebesar 75.386 pack dengan MAPE historis sebesar 13,89%. Nilai tersebut digunakan sebagai MPS karena tidak terdapat adjustment, sehingga rencana produksi Juni ditetapkan sebesar 75.386 pack atau 3.769.300 butir Tahu Bulat.
Hasil perhitungan MRP menunjukkan kebutuhan material untuk memenuhi rencana produksi Juni 2026 terdiri atas 35.329,27 kg kedelai, 304,18 kg plastik PE, 346,40 kg garam halus, 269,50 kg soda malan, 128,53 kg Aji Plus, dan 102,52 kg potassium sorbate. Dengan metode L4L, jumlah Planned Order Receipt disesuaikan dengan Net Requirement pada periode perencanaan. Lead time pengadaan selama enam hari digunakan sebagai dasar dalam menentukan waktu pelepasan pesanan. Rangkaian forecasting, MPS, BOM, MRP, dan L4L menghasilkan dasar perencanaan kebutuhan material yang lebih terstruktur. Namun, hasil penelitian merupakan rancangan sistem dan belum merupakan hasil implementasi aktual, sehingga peningkatan kinerja produksi, penurunan stockout, maupun efisiensi biaya persediaan secara aktual belum dapat dinyatakan.