Abstract:
PT Macakal Pangan Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pangan dengan bahan baku utama berupa kedelai. Dalam pelaksanaan pengadaan bahan baku, perusahaan masih melakukan pemesanan berdasarkan kebutuhan operasional sehingga frekuensi pemesanan dan biaya persediaan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku kedelai yang diterapkan perusahaan, menentukan jumlah dan frekuensi pemesanan yang optimal menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Periodic Order Quantity (POQ), serta menganalisis perbandingan biaya persediaan antara kebijakan perusahaan, metode EOQ, dan POQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data penggunaan bahan baku, pembelian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan waktu tunggu selama periode penelitian Januari–Juni 2026. Metode EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan ekonomis, sedangkan metode POQ digunakan untuk menentukan periode pemesanan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan melakukan pemesanan bahan baku sebanyak 12 kali dalam satu periode dengan total biaya persediaan sebesar Rp.40.843.780. Berdasarkan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal sebesar 52.980 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 4 kali dalam satu periode, serta total biaya persediaan sebesar Rp.7.231.754. Sementara itu, metode POQ menghasilkan periode pemesanan optimal setiap 3 bulan sekali dengan kuantitas pemesanan sebesar 112.029 kg dan total biaya persediaan sebesar Rp.11.534.210. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan total biaya persediaan paling rendah dibandingkan kebijakan perusahaan dan metode POQ. Oleh karena itu, metode EOQ direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian persediaan bahan baku kedelai yang lebih efektif dan efisien bagi PT Macakal Pangan Sejahtera.