<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Nursing</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3245</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 00:59:40 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-20T00:59:40Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Ruangan Lantai 4 RS Hermina Tasikmalaya  Tahun 2026</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8783</link>
<description>Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Ruangan Lantai 4 RS Hermina Tasikmalaya  Tahun 2026
Juliana, Ria Ayu
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUANGAN LANTAI 4 RS HERMINA TASIKMALAYA&#13;
 TAHUN 2026&#13;
&#13;
Ria Ayu Juliana1, Reni Hertini2, Ade Sity Riyantina3&#13;
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh &#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, salah satunya kecemasan. Tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit yang dideritanya diduga dapat mempengaruhi kondisi psikologis selama menjalani perawatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) untuk mengukur tingkat pengetahuan dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 17 orang (39,5%), cukup 15 orang (34,9%), dan kurang 11 orang (25,6%). Tingkat kecemasan responden sebagian besar berada pada kategori cemas ringan sebanyak 24 orang (55,8%), cemas sedang 10 orang (23,3%), dan cemas berat 9 orang (20,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,470 (p &gt; 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus. Kesimpulan: Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,470 (p &gt; 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus.&#13;
&#13;
Kata kunci: diabetes melitus, kecemasan, pengetahuan
</description>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8783</guid>
<dc:date>2026-05-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan antara Kepatuhan Diet 3J dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Cimerak Kabupaten Pangandaran</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8782</link>
<description>Hubungan antara Kepatuhan Diet 3J dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Cimerak Kabupaten Pangandaran
Wijianto, Heri
FAKULTAS ILMU KESEHATAN&#13;
UNIVERSITAS GALUH &#13;
SKRIPSI, FEBRUARI 2026&#13;
&#13;
HERI WIJIANTO &#13;
1420124079&#13;
&#13;
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DIET 3J DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI UPTD PUSKESMAS CIMERAK KABUPATEN PANGANDARAN&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang memerlukan penanganan berkelanjutan, Penyakit ini menyebabkan terjadinya peningkatan gula darah yang tidak normal. Faktor yang penting yang menpengaruhi pengendalian penyakit ini adalah kebiasaan tidak mengatur pola diet dan pola makan yg salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kepatuhan diet 3J dengan kadar gula darah pada pasien diabetes meltus di UPTD Puskesmas Cimerak Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 73 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepatuhan diet 3J dan lembar observasi pada pengukuran kadar gula darah. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian kepatuhan diet 3J menunjukan bahwa sebagian besar responden patuh (52,1%), sedangkan hampir setengahnya responden tidak patuh sebesar (47,9%). Pada variabel kadar gula darah hampir setengahnya responden kadar gula darahnya terkendali yaitu sebesar (42,5%), sedangkan sebagian besar tidak terkendali (57,5%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kepatuhan diet 3J dengan kadar gula darah. Kepatuhan diet 3J perlu di tingkatkan sebagai penanganan pasien Diabetes Melitus.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kepatuhan Diet 3J, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus, Puskesmas.
</description>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8782</guid>
<dc:date>2026-05-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Efektifitas terapi pijat kaki terhadap penurunan tekanan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8781</link>
<description>Efektifitas terapi pijat kaki terhadap penurunan tekanan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran
Rahmat Gilantini, Gia; Rahmat Gilantini, Gia
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi pijat kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi pijat kaki terhadap penurunan tekanan darah (Mean Arterial Pressure/MAP) pada lansia penderita hipertensi di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Jumlah responden sebanyak 54 lansia, yang terbagi menjadi 27 lansia kelompok perlakuan dan 27 lansia kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dihitung nilai MAP. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji Paired T-Test, disesuaikan dengan hasil uji normalitas data.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata MAP pada kelompok perlakuan mengalami penurunan dari 120,74 mmHg menjadi 108,52 mmHg, sedangkan pada kelompok kontrol hanya mengalami penurunan kecil dari 119,33 mmHg menjadi 118,70 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi pijat kaki pada kelompok perlakuan (p &lt; 0,05), sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi pijat kaki efektif dalam menurunkan tekanan darah (MAP) pada lansia penderita hipertensi. Terapi pijat kaki dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, mudah dilakukan, dan dapat diterapkan di pelayanan kesehatan masyarakat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Lansia, Hipertensi, Terapi Pijat Kaki, Tekanan Darah, MAP
</description>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8781</guid>
<dc:date>2026-02-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Tripod Potition Terhadap Frekuensi Napas Dan Skor Dypsneu Pada Pasien Asma Bronchiale Di Ruang Rawat Inap Dalam RSUD Kawali</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8780</link>
<description>Pengaruh Tripod Potition Terhadap Frekuensi Napas Dan Skor Dypsneu Pada Pasien Asma Bronchiale Di Ruang Rawat Inap Dalam RSUD Kawali
fidiagustin, eva
Asma bronchiale merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang ditandai dengan episode takipnea dan dyspneu berulang, khususnya pada fase eksaserbasi akut. Penatalaksanaan standar melibatkan terapi farmakologis berupa nebulisasi bronkodilator; namun intervensi non-farmakologis berupa tripod position diyakini mampu mengoptimalkan kerja diafragma dan otot bantu napas sehingga memperbaiki ventilasi paru, terutama bila diterapkan sebelum terapi nebulisasi dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tripod position terhadap frekuensi napas dan skor dyspneu pada pasien asma bronchiale. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 pasien dewasa (usia 19–59 tahun) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Responden dirawat di Ruang Rawat Inap Dalam RSUD Kawali pada bulan Januari–Februari 2026, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (56,7%). Intervensi berupa posisi tripod diberikan selama 15 menit sebanyak satu kali sebelum terapi nebulisasi. Frekuensi napas diukur menggunakan stopwatch, sedangkan dyspneu diukur menggunakan Modified Borg Scale (0–10). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata frekuensi napas menurun dari 26,87 menjadi 21,90 kali/menit (selisih 4,97 kali/menit), dan skor dyspneu menurun dari 5,30 menjadi 2,43 (selisih 2,87 poin). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p &lt; 0,001 untuk kedua variabel tersebut. Disimpulkan bahwa tripod position berpengaruh signifikan terhadap penurunan frekuensi napas dan skor dyspneu pada pasien asma bronchiale.
</description>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8780</guid>
<dc:date>2026-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
