<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>History Education</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3244</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 20:58:38 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-15T20:58:38Z</dc:date>
<item>
<title>EKSISTENSI KESENIAN REAK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL DESA CIMEKAR KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9574</link>
<description>EKSISTENSI KESENIAN REAK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL DESA CIMEKAR KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG
genta pratama, mochammad gibbran; mochammad gibbran, genta pratama
Penelitian ini membahas Eksistensi Kesenian Reak sebagai Identitas Budaya Lokal Desa&#13;
Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung (Suatu Tinjauan Sejarah). Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan kesenian Reak di Desa Cimekar, mengetahui&#13;
eksistensinya sebagai identitas budaya lokal, serta mengetahui upaya yang dilakukan dalam&#13;
mempertahankan dan melestarikan kesenian Reak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif&#13;
dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan&#13;
studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pelaku kesenian Reak, tokoh&#13;
masyarakat, pemerintah desa, generasi muda, serta pihak yang memiliki keterkaitan dengan&#13;
perkembangan kesenian Reak di Desa Cimekar. Reak yang pada awalnya banyak berkaitan dengan&#13;
kegiatan adat dan tradisi masyarakat kemudian berkembang sebagai hiburan sekaligus sarana&#13;
mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Cimekar.&#13;
Eksistensi Reak juga didukung oleh masyarakat, tokoh budaya, pemerintah desa, serta keterlibatan&#13;
generasi muda. Upaya pelestarian dilakukan melalui regenerasi anggota, latihan rutin, keterlibatan&#13;
generasi muda dalam pertunjukan, pemanfaatan media sosial untuk dokumentasi dan promosi,&#13;
keikutsertaan dalam kegiatan budaya, serta dukungan pemerintah. Dengan demikian, keberadaan&#13;
kesenian Reak di Desa Cimekar tidak hanya menunjukkan keberlanjutan sebuah kesenian&#13;
tradisional, tetapi juga mencerminkan proses pewarisan budaya dan upaya masyarakat dalam&#13;
mempertahankan identitas budaya lokal di tengah perubahan zaman.
</description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9574</guid>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>TRADISI CIO TAO: IDENTITAS BUDAYA TIONGHOA DI TANGERANG</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9573</link>
<description>TRADISI CIO TAO: IDENTITAS BUDAYA TIONGHOA DI TANGERANG
Putra Pamungkas, Zalmadapik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah tradisi Cio Tao di Tangerang, menganalisis makna tradisi Cio Tao pada masyarakat Tionghoa, serta mendeskripsikan persepsi generasi muda Tionghoa terhadap tradisi Cio Tao dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengurus Klenteng Boen Tek Bio, tokoh masyarakat Tionghoa, generasi muda Tionghoa, serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Cio Tao berasal dari tradisi perkawinan masyarakat Hokkian yang dibawa oleh para perantau Tionghoa ke Tangerang dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa Benteng. Dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami penyesuaian dengan kondisi sosial masyarakat setempat tanpa menghilangkan nilai-nilai utamanya. Pelaksanaan tradisi Cio Tao meliputi tahapan pra-pernikahan, seperti lamaran, penentuan hari baik, persiapan perlengkapan ritual, busana pengantin, serta persiapan mental dan spiritual, kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti yang meliputi sembahyang kepada Tian dan leluhur, penyalaan lilin merah, ritual Cio Tao (penyisiran rambut), tea ceremony, hingga doa penutup dan perjamuan keluarga. Tradisi ini mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, bakti kepada orang tua, keharmonisan keluarga, tanggung jawab, dan pelestarian budaya. Generasi muda memandang tradisi Cio Tao tetap relevan meskipun pelaksanaannya mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menguatkan bahwa tradisi Cio Tao memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Tionghoa di Tangerang.
</description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9573</guid>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>NILAI HISTORIS DAN KONSERVASI DALAM UPACARA TRADISIONAL NGARUMAT BUMI DI SITUS GEGER SUNTEN TAMBAKSARI CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9305</link>
<description>NILAI HISTORIS DAN KONSERVASI DALAM UPACARA TRADISIONAL NGARUMAT BUMI DI SITUS GEGER SUNTEN TAMBAKSARI CIAMIS
Abdul Manap, Dudung
Nilai Historis dan Konservasi Dalam Upacara Tradisional Ngarumat Bumi&#13;
di Situs Geger Sunten Tambaksari Ciamis&#13;
&#13;
Dudung Abdul Manap&#13;
2105220023&#13;
Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,&#13;
Universitas galuh&#13;
assyafiiyahdudungabdulmanaf@gmail.com&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya elestarian tradisi lokal di tengah perubahan sosial dan modernisasi yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan nilai-nilai historis dan budaya masyarakat. Upacara Tradisional Ngarumat Bumi di Situs Geger Sunten Tambaksari Ciamis merupakan salah satu warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung nilai konservasi dalam hubungan masyarakat dengan lingkungan dan warisan budaya leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai historis dan makna simbolik yang terkandung dalam Upacara Ngarumat Bumi, menganalisis mekanisme sosial-budaya yang mendukung tradisi tersebut sebagai praktik konservasi, serta mendeskripsikan transformasi makna ritual dalam konteks perubahan sosial masyarakat Tambaksari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap masyarakat, tokoh adat, kuncen, tokoh agama, dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngarumat Bumi memiliki nilai historis sebagai identitas budaya dan bentuk pewarisan memori kolektif masyarakat. Tradisi ini juga berfungsi sebagai praktik konservasi budaya melalui pewarisan nilai, gotong royong, musyawarah, solidaritas, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Makna ritual mengalami transformasi menjadi media pelestarian budaya, pendidikan, penguatan identitas lokal, konservasi lingkungan, dan wisata budaya, tanpa menghilangkan nilai pokoknya. &#13;
&#13;
Kata kunci: Nilai Historis, Konservasi, Ngarumat Bumi, Tradisi Lokal.
</description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9305</guid>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>MAKNA FILOSOFIS TRADISI NGARADINAN DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9258</link>
<description>MAKNA FILOSOFIS TRADISI NGARADINAN DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Sulistiani, Rina
Although the Ngaradinan tradition in Petirhilir Village, Baregbeg District, Ciamis Regency, continues to be practiced across generations, the philosophical meanings embedded within it are not yet fully understood in depth. This study aims to analyze the execution process and reveal the philosophical significance of the Ngaradinan tradition. A qualitative approach utilizing the phenomenological method was employed. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis involved data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results indicate that the Ngaradinan tradition is carried out in several stages: deliberation, preparation of materials, the core procession, prayer recitation, the sawer ritual and a communal meal. Its execution involves the family, traditional leaders, religious figures, and the local community. The Ngaradinan tradition serves not only as a post-birth ritual but also embodies philosophical values specifically religious, social, and educational values. Religious values are reflected in the expression of gratitude and prayers offered to Allah SWT for the child's birth and safety. Social values are evident through mutual cooperation , togetherness, the strengthening of social ties, and community solidarity. Educational values are reflected in the transmission of culture and the cultivation of polite behavior and a sense of responsibility. The involvement of the younger generation in the tradition serves as a means for them to learn these values and cultural practices firsthand.
</description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9258</guid>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
