<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Mathematics Education</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3243</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 08:33:22 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-13T08:33:22Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS HAMBATAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PADA MATERI MATRIKS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10017</link>
<description>ANALISIS HAMBATAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PADA MATERI MATRIKS
Rahmat Ramdhan, Candra Syahputra
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan representasi matematis siswa dalam menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam model matematika pada materi matriks yang berakar dari hambatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hambatan epistemologis serta menganalisis proses representasi matematis siswa. Menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif di kelas XI MAS Sabilil Muttaqien, pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa bervariasi: siswa berkemampuan tinggi mampu mengintegrasikan representasi simbolik, verbal, dan visual dengan baik; siswa berkemampuan sedang memahami konsep secara terstruktur namun terkendala pada ketepatan pemodelan, sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan signifikan dalam merepresentasikan masalah. Lebih lanjut, hambatan epistemologis yang dialami siswa terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu hambatan prosedural berupa kesalahan algoritma hitung dan hafalan rumus, hambatan konseptual berupa miskonsepsi definisi serta syarat matriks, dan hambatan komunikasi berupa kesulitan menuangkan argumen secara logis. Hambatan-hambatan ini dipicu oleh rendahnya fleksibilitas kognitif dalam melakukan translasi berbagai bentuk representasi matematis, sehingga temuan ini dapat menjadi masukan bagi guru untuk memperbaiki desain pembelajaran.
</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10017</guid>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN STRATEGI SCAFFOLDING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9888</link>
<description>EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN STRATEGI SCAFFOLDING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA
UTARI, TANTRI NURMALIKA
Kemampuan penalaran matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika, tetapi masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun alasan, melakukan manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa melalui pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan GeoGebra dengan strategi Scaffolding. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 55 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Baregbeg, yaitu 26 siswa kelas F1 dan 29 siswa kelas F2. Kelas F1 memperoleh pembelajaran STAD berbantuan GeoGebra dengan strategi Scaffolding, sedangkan kelas F2 memperoleh pembelajaran STAD. Data dikumpulkan melalui tes uraian kemampuan penalaran matematis dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, N-Gain, dan uji-t dua sampel independen. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,001 &lt; 0,05, sehingga terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara kedua kelas. Rata-rata N-Gain kelas F1 sebesar 0,8008 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas F2 sebesar 0,7035 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, pembelajaran STAD berbantuan GeoGebra dengan strategi Scaffolding dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.
</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9888</guid>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Eksplorasi Konsep Matematika pada Pembuatan Gula Aren Tradisional di Desa Sandingtaman untuk Pengembangan Soal Kontekstual</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9802</link>
<description>Eksplorasi Konsep Matematika pada Pembuatan Gula Aren Tradisional di Desa Sandingtaman untuk Pengembangan Soal Kontekstual
Susilawati, Ai Susi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi matematis siswa di Indonesia yang &#13;
terjadi karena ketidakterbiasaan siswa dalam mengerjakan soal kontekstual. Untuk &#13;
mengatasi masalah tersebut, guru dapat menjembatani pengetahuan luar sekolah dengan &#13;
konsep matematika di dalam kelas. Salah satu contohnya yaitu melalui eksplorasi &#13;
etnomatematika pada produksi gula aren di Sandingtaman. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas matematis dalam pembuatan gula aren di &#13;
Desa Sandingtaman, Panjalu, Ciamis, serta merancang instrumen soal kontekstual. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan &#13;
pendekatan etnografi. Data yang digunakan yaitu data hasil observasi, wawancara, dan &#13;
dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, &#13;
reduksi data dan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan &#13;
pembuatan gula aren di Desa Sandingtaman memuat penerapan etnomatematika melalui &#13;
empat aktivitas fundamental Bishop, yaitu membilang (counting), mengukur &#13;
(measuring), merancang (designing), dan menjelaskan (explaining). Selain itu, terdapat &#13;
konsep matematika pada setiap tahapan produksi yang mencakup bilangan bulat dan &#13;
pecahan, perbandingan, serta geometri bangun datar dan bangun ruang. Temuan ini &#13;
kemudian direalisasikan menjadi soal uraian kontekstual untuk melatih siswa &#13;
memecahkan masalah nyata.
</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9802</guid>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9801</link>
<description>Penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika melalui proses berpikir yang sistematis, logis, dan terarah. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara peserta didik yang belajar menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah dan peserta didik yang belajar menggunakan model Project-Based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment dengan desain Two-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri 13 Ciamis Tahun Pelajaran 2025/2026. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen I dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen II. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi statistika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis antara kedua kelas. Kedua model pembelajaran sama-sama mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan kategori sedang, di mana Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah maupun Project-Based Learning (PjBL) memberikan dampak peningkatan yang setara. Dengan demikian, penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah maupun Project-Based Learning (PjBL) sama-sama dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis pada pembelajaran matematika
</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9801</guid>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
