<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Public Administration</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3236</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 12:13:56 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-28T12:13:56Z</dc:date>
<item>
<title>PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MEKARMULYA OLEH PEMERINTAH DESA MEKARWANGI KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8568</link>
<description>PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MEKARMULYA OLEH PEMERINTAH DESA MEKARWANGI KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS
Caturrangga Nasrullah, Randi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program &#13;
pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mekarwangi terhadap &#13;
Kelompok Tani Mekar Mulya. Desa Mekarwangi menghadapi tantangan &#13;
signifikan terkait sektor pertanian, termasuk penggunaan metode tradisional, akses &#13;
terbatas ke teknologi modern, dan literasi pasar yang rendah, yang menyebabkan &#13;
produktivitas dan kesejahteraan petani kurang maksimal. Penelitian ini &#13;
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui &#13;
wawancara dan observasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan belum optimal. &#13;
Terdapat keterbatasan dalam pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi yang hanya &#13;
dilakukan setahun sekali, disebabkan oleh alokasi anggaran yang minim dari &#13;
APBDes. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia seperti tenaga penyuluh &#13;
pertanian menghambat proses penguatan potensi kelompok tani. Hal ini &#13;
mengakibatkan peningkatan produktivitas yang tidak signifikan, hanya sekitar 5-&#13;
10%, dan petani masih sangat bergantung pada tengkulak karena kurangnya &#13;
wadah pemasaran kolektif.&#13;
Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar Pemerintah Desa &#13;
Mekarwangi mengintegrasikan program pemberdayaan pertanian secara jelas ke &#13;
dalam APBDes dan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal untuk dukungan &#13;
teknis. Selain itu, Kelompok Tani Mekar Mulya perlu memperkuat organisasi &#13;
internal dan meningkatkan partisipasi aktif anggotanya. Penelitian ini diharapkan &#13;
dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas &#13;
pertanian di wilayahnya.&#13;
Kata kunci: Pemberdayaan, Kelompok Tani, Pemerintah Desa
</description>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8568</guid>
<dc:date>2026-04-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kualitas Pelayanan Pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1) Oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8500</link>
<description>Kualitas Pelayanan Pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1) Oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran
Ariyanto, Ari
Ari Ariyanto. 2025 Kualitas Pelayanan Pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1) Oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kualitas pelayanan dalam pembuatan kartu pencari kerja (AK-1) di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran. Kualitas pelayanan menjadi faktor krusial dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan kepuasan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan, terdiri dari empat informan internal (Kepala Dinas, Kepala Bidang, Analis Tenaga, dan Operator AK-1) dan empat informan eksternal (masyarakat pembuat kartu AK-1). Hasil wawancara dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pelayanan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pembuatan kartu AK-1 di Kabupaten Pangandaran secara umum sudah sangat baik. Indikator yang mendukung temuan ini meliputi aksesibilitas yang mudah, sarana prasarana yang memadai, kinerja petugas yang profesional dan responsif, serta standar pelayanan yang transparan. Petugas dinilai ramah, teliti, dan memberikan jaminan waktu penyelesaian yang cepat dan akurat. Namun, beberapa hambatan minor teridentifikasi, seperti potensi waktu tunggu karena antrean dan kendala teknis yang bersifat insidental. Dinas telah menunjukkan respons yang proaktif dalam mengatasi hambatan ini, seperti menyediakan layanan offline sebagai solusi saat sistem terganggu. Secara keseluruhan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran berhasil memberikan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
</description>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8500</guid>
<dc:date>2026-04-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengelolaan Bank Sampah Sugema Oleh Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8494</link>
<description>Pengelolaan Bank Sampah Sugema Oleh Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis
Nurdianti, Dian
ABSTRAK&#13;
Dian Nurdianti. 2025. “Pengelolaan Bank Sampah Sugema Oleh Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis”. Program Studi Administrasi Publik.  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Universitas Galuh&#13;
Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, masih menjadi isu yang serius dan menuntut perhatian bersama. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis untuk menjawab permasalahan ini adalah dengan membentuk Bank Sampah Sugema. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pemilahan dan daur ulang sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana pengelolaan Bank Sampah Sugema yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Purwasari berdasarkan empat indikator pengelolaan menurut Terry dalam Sukarna, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari unsur pemerintahan desa, pengelola bank sampah, dan masyarakat sebagai nasabah aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek perencanaan, Pemerintah Desa telah menetapkan visi dan misi yang jelas serta menyusun strategi pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dari sisi pengorganisasian, struktur organisasi telah dibentuk, namun belum berjalan optimal karena masih banyak anggota yang tidak aktif dan belum adanya pengaturan jadwal operasional yang konsisten. Dalam pelaksanaan, kegiatan edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat telah dilakukan secara rutin. Sementara dalam aspek pengawasan, monitoring terhadap volume sampah dan evaluasi program dilakukan, meskipun pelaporan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan Bank Sampah Sugema oleh Pemerintah Desa Purwasari sudah cukup baik, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan, namun masih diperlukan perbaikan dalam aspek pengorganisasian dan pengawasan. Diperlukan peningkatan komitmen dan kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat agar keberadaan bank sampah dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.&#13;
Kata kunci: Pengelolaan, Bank Sampah, Pemerintah Desa, POAC, Partisipasi Masyarakat
</description>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8494</guid>
<dc:date>2025-10-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Pemberdayaan  Masyarakat oleh Pemerintah Desa di Desa Muktisari Kecamatan Cingambul  Kabupaten Majalengka</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8489</link>
<description>Strategi Pemberdayaan  Masyarakat oleh Pemerintah Desa di Desa Muktisari Kecamatan Cingambul  Kabupaten Majalengka
Subarkah, Trian; Subarkah, Trian
ABSTRAK Trian Subarkah 3504210188. Strategi Pemberdayaan Masyarakat oleh Pemerintah Desa di Desa Muktisari Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Galuh.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Strategi Pemberdayaan Masyarakat oleh Pemerintah Desa di Desa Muktisari Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka dilaksanakan dengan optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Informan sebanyak 9 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : Strategi pemberdayaan masyarakat oleh Pemerintah Desa di Desa Muktisari Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka belum optimal hal ini dibuktikan dengan 3 (tiga) dimensi yaitu dimensi penyadaran, pembinaan, dan kemandirian. Pada dimensi penyadaran, walaupun pemerintah desa telah memberikan informasi dan sosialisasi mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, namun tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat masih rendah. Adapun pada dimensi kemandirian, meskipun sudah terdapat beberapa usaha mandiri yang tumbuh di masyarakat, namun secara umum ketergantungan pada bantuan pemerintah masih cukup tinggi. Adanya hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi pemberdayaan ini meliputi keterbatasan anggaran desa untuk menjalankan program secara berkelanjutan, rendahnya minat dan motivasi masyarakat untuk terlibat aktif, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam pendampingan, serta kurangnya akses terhadap pasar dan teknologi yang dapat menunjang usaha masyarakat. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemerintah Desa Muktisari telah melakukan beberapa upaya, di antaranya menjalin kerja sama dengan pihak ketiga seperti dinas terkait, lembaga pelatihan, dan kelompok usaha bersama untuk mendukung pelaksanaan program pemberdayaan; mengintensifkan sosialisasi dengan pendekatan langsung melalui tokoh masyarakat; serta memprioritaskan program yang bersifat produktif dan berkelanjutan agar masyarakat dapat melihat manfaat nyata. Pemerintah desa juga berupaya meningkatkan kapasitas aparatur dan kader pemberdayaan desa agar lebih mampu memberikan pendampingan yang efektif kepada masyarakat.
</description>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8489</guid>
<dc:date>2026-04-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
