<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Civil Engineering</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3230</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 12:56:42 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-13T12:56:42Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS KINERJA WAKTU DAN BIAYA PROYEK PERUMAHAN SUBSIDI DELINSA CITRA SUKARAME 3 BLOK F DI KOTA BANJAR DENGAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT (EVM)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9743</link>
<description>ANALISIS KINERJA WAKTU DAN BIAYA PROYEK PERUMAHAN SUBSIDI DELINSA CITRA SUKARAME 3 BLOK F DI KOTA BANJAR DENGAN METODE EARNED VALUE MANAGEMENT (EVM)
Sanjaya, Dendi Raka
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan berbagai sumber daya serta dibatasi oleh aspek waktu, biaya, dan mutu. Permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah keterlambatan pekerjaan dan pembengkakan biaya yang dapat memengaruhi keberhasilan proyek. Salah satu proyek yang mengalami kondisi tersebut adalah Proyek Perumahan Subsidi Delinsa Citra Sukarame 3 Blok F. Oleh karena itu, diperlukan metode pengendalian yang mampu mengintegrasikan aspek waktu dan biaya secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja proyek dari aspek waktu dan biaya serta memperkirakan waktu dan biaya penyelesaian proyek menggunakan metode Earned Value Management (EVM).&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer berupa dokumentasi lapangan dan data sekunder berupa Kurva S, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta laporan progres mingguan. Analisis dilakukan melalui perhitungan Planned Value (PV), Earned Value (EV), Actual Cost (AC), Schedule Variance (SV), Cost Variance (CV), Schedule Performance Index (SPI), Cost Performance Index (CPI), serta estimasi akhir menggunakan Estimate at Completion (EAC) dan Time Estimate (TE).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja proyek belum sesuai rencana. Nilai SPI sebesar 0,92 menunjukkan keterlambatan sebesar 8%, sedangkan CPI sebesar 0,96 menunjukkan inefisiensi biaya sebesar 4%. Estimasi akhir menunjukkan biaya proyek menjadi Rp 2.258.536.958 dari anggaran Rp 2.160.000.000 atau meningkat 4,56%, serta durasi penyelesaian menjadi 28,991 minggu dari rencana 24 minggu atau terlambat 20,79%. Dengan demikian, proyek diprediksi mengalami keterlambatan dan pembengkakan biaya apabila tidak dilakukan pengendalian yang lebih efektif.
</description>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9743</guid>
<dc:date>2026-09-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU PROYEK  KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH  METHOD  (Studi Kasus: Proyek Penataan Stasiun Tasikmalaya)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9737</link>
<description>ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU PROYEK  KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH  METHOD  (Studi Kasus: Proyek Penataan Stasiun Tasikmalaya)
Nurul Hidayah, Yinyin
Proyek Penataan Stasiun Tasikmalaya merupakan pekerjaan penataan kembali &#13;
fasilitas stasiun yang memiliki berbagai jenis pekerjaan dengan hubungan &#13;
ketergantungan dan durasi pelaksanaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk menyusun jaringan kerja proyek menggunakan metode Critical Path Method &#13;
(CPM), mengidentifikasi aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta &#13;
mengetahui hasil penjadwalan ulang berdasarkan CPM. Metode penelitian yang &#13;
digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data time schedule, &#13;
Kurva S, dan laporan progres mingguan. Analisis dilakukan melalui penentuan &#13;
durasi dan hubungan pendahulu (predecessor), penyusunan jaringan kerja Activity &#13;
on Arrow (AOA), perhitungan forward pass dan backward pass, penentuan float, &#13;
serta identifikasi jalur kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis pada &#13;
Bangunan Utama adalah A1–B1–B2–B7–B4–B3 dengan durasi 25 minggu; &#13;
Bangunan Ticketing adalah A1–B1–C3–D1–D4–D7 dengan durasi 21 minggu; &#13;
Bangunan ATM adalah A1–B1–B2–B4–B3 dengan durasi 16 minggu; Area &#13;
Kawasan adalah A1–B1–C1a–C1c–C1f–D4 dengan durasi 41 minggu; Bangunan &#13;
Toilet adalah A1–B1–C2–C4–D1–E1–E2 dengan durasi 8 minggu; Bangunan &#13;
Tenant adalah A1–B1–C2–C4–D1–E1–E2 dengan durasi 15 minggu; dan &#13;
Bangunan Genset adalah A1–C1–C2 dengan durasi 7 minggu. Hasil identifikasi &#13;
jalur kritis tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan &#13;
penjadwalan ulang. Hasil penjadwalan ulang dibandingkan dengan rencana awal &#13;
melalui Kurva S untuk mengetahui perubahan distribusi waktu pelaksanaan &#13;
pekerjaan. Dengan demikian, metode CPM dapat digunakan untuk &#13;
mengidentifikasi aktivitas yang menjadi prioritas pengendalian serta menjadi dasar &#13;
dalam penyusunan jadwal ulang proyek.
</description>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9737</guid>
<dc:date>2026-09-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STUDI KOMPARATIF TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY) PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE ANALISA  KOMPONEN 1987 DAN MDPJ 2024  (STUDI KASUS RUAS JALAN SP.3 PAMOYANAN – SURYALAYA – WARUDOYONG, KABUPATEN  TASIKMALAYA)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9734</link>
<description>STUDI KOMPARATIF TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY) PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE ANALISA  KOMPONEN 1987 DAN MDPJ 2024  (STUDI KASUS RUAS JALAN SP.3 PAMOYANAN – SURYALAYA – WARUDOYONG, KABUPATEN  TASIKMALAYA)
Amrinudin, Reyhan
Jalan merupakan salah satu dari prasarana transportasi darat yang berguna untuk&#13;
memberikan kelancaran kebutuhan baik dalam berbagai bidang. Kondisi jalan yang&#13;
baik dapat menunjang kelancaran transportasi serta memberikan kenyamanan bagi&#13;
pengguna jalan. Pada titik tertentu ruas jalan Sp.3 Pamoyanan – Suryalaya -&#13;
Warudoyong mengalami kondisi yang kurang baik, dimana terdapat kerusakan&#13;
seperti keretakan, tambalan yang tidak rata, serta pengelupasan lapisan permukaan,&#13;
sehingga dirasa mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.&#13;
Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan perhitungan lapis tambah perkerasan&#13;
lentur pada jalan tersebut, guna mengetahui ketebalan serta metode yang tepat dan&#13;
efektif, untuk mengembalikan kekuatan perkerasan dan meningkatkan masa&#13;
layanan perkerasan.&#13;
Metode perhitungan tebal lapis tambah perkerasan lentur dalam penelitian ini&#13;
menggunakan metode Analisa Komponen 1987 dan metode Manual Desain&#13;
Perkerasan Jalan 2024, dengan panjang jalan 2000 meter yaitu dari Sta. 5+000&#13;
sampai Sta.7+000, dengan dibagi menjadi 3 segmen.&#13;
Dari hasil perhitungan Menggunakan metode Analisa Komponen 1987 didapatkan&#13;
ketebalan lapis tambah sebesar 6 cm. Sedangkan hasil perhitungan menggunakan&#13;
metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 didapatkan ketebalan lapis tambah&#13;
sebesar 5 cm.
</description>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9734</guid>
<dc:date>2026-07-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENENTUAN LOKASI PENIMBANGAN KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9690</link>
<description>PENENTUAN LOKASI PENIMBANGAN KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN CIAMIS
Nugraha, Muhammad Farhan
This study aims to determine the optimal location for the development of a Vehicle Weighing Implementation Unit (UPPKB) in Ciamis Regency. The location selection is intended to support freight transportation monitoring and the control of Over Dimension Over Loading (ODOL) vehicles. Transportation modeling using PTV Visum was employed to analyze freight movement patterns and traffic assignment. Subsequently, three alternative locations were identified and evaluated based on road segment performance, accessibility, freight traffic volume, and initial investment cost. The criteria weights were determined using the Rank Order Centroid (ROC) method, while the Composite Performance Index (CPI) method was applied to select the best location. The results identified three alternative locations for the development of the UPPKB facility. Based on the ROC weighting and CPI analysis, Alternative 3, located in Cihaurbeuti District, obtained the highest score of 329.01, followed by Alternative 2 with 325.14 and Alternative 1 with 312.39. Alternative 3 showed superior performance, particularly in terms of road segment performance and freight traffic volume. Therefore, Alternative 3 is recommended as the most optimal location for the development of an UPPKB facility in Ciamis Regency.
PENENTUAN LOKASI PENIMBANGAN KENDARAAN BERMOTOR DI&#13;
KABUPATEN CIAMIS
</description>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9690</guid>
<dc:date>2026-09-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
