<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Engineering</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3222</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 21:57:40 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-03T21:57:40Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Keseimbangan Air (Water Balance) di Daerah Irigasi Sukarenah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10630</link>
<description>Analisis Keseimbangan Air (Water Balance) di Daerah Irigasi Sukarenah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Fianka, Ivan
Air merupakan sumber daya alam yang menjadi salah satu komponen penting bagi &#13;
kehidupan manusia, baik secara individual maupun komunal. Peranan air sangat penting, &#13;
karena tanpa adanya air tidak akan ada kehidupan di bumi bahkan ekosistem tidak akan &#13;
berfungsi dengan baik tanpa adanya air. Lokasi penelitian adalah Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini &#13;
untuk mengetahui kebutuhan air, ketersediaan air, dan keseimbangan air di Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu dengan &#13;
melakukan survei langsung ke lokasi Daerah Irigasi Sukarenah. Data-data yang &#13;
diperlukan berupa data curah hujan, data debit sungai dan data iklim yang meliputi suhu, &#13;
kelembapan udara, sinar matahari dan kecepatan  angin. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan Ketersediaan air irigasi terbesar terjadi pada bulan &#13;
November II sebesar 210 liter/detik , sedangkan untuk ketersediaan air irigasi terkecil &#13;
pada bulan September I 158 liter/detik. Kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah dengan kebutuhan air irigasi terbesar terjadi pada bulan September I sebesar &#13;
1,824 mm/hari dan kebutuhan air irigasi terkecil terjadi pada bulan Februari I sebesar &#13;
0,050 mm/hari. Berdasarkan perhitungan Kesetimbangan Air pada Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah untuk pola tanam Padi-Padi-Padi, maka alternatif yang optimal adalah &#13;
pengolahan lahan dimulai pada bulan Desember-Januari, di mana untuk kesetimbangan &#13;
air selama masa tanam mengalami kelebihan air (surplus) dari bulan Januari I sampai &#13;
dengan Desember II.
</description>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10630</guid>
<dc:date>2026-09-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Keseimbangan Air (Water Balance) di Daerah Irigasi Sukarenah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10593</link>
<description>Analisis Keseimbangan Air (Water Balance) di Daerah Irigasi Sukarenah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Fianka, Ivan
Air merupakan sumber daya alam yang menjadi salah satu komponen penting bagi &#13;
kehidupan manusia, baik secara individual maupun komunal. Peranan air sangat penting, &#13;
karena tanpa adanya air tidak akan ada kehidupan di bumi bahkan ekosistem tidak akan &#13;
berfungsi dengan baik tanpa adanya air. Lokasi penelitian adalah Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini &#13;
untuk mengetahui kebutuhan air, ketersediaan air, dan keseimbangan air di Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu dengan &#13;
melakukan survei langsung ke lokasi Daerah Irigasi Sukarenah. Data-data yang &#13;
diperlukan berupa data curah hujan, data debit sungai dan data iklim yang meliputi suhu, &#13;
kelembapan udara, sinar matahari dan kecepatan  angin. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan Ketersediaan air irigasi terbesar terjadi pada bulan &#13;
November II sebesar 210 liter/detik , sedangkan untuk ketersediaan air irigasi terkecil &#13;
pada bulan September I 158 liter/detik. Kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah dengan kebutuhan air irigasi terbesar terjadi pada bulan September I sebesar &#13;
1,824 mm/hari dan kebutuhan air irigasi terkecil terjadi pada bulan Februari I sebesar &#13;
0,050 mm/hari. Berdasarkan perhitungan Kesetimbangan Air pada Daerah Irigasi &#13;
Sukarenah untuk pola tanam Padi-Padi-Padi, maka alternatif yang optimal adalah &#13;
pengolahan lahan dimulai pada bulan Desember-Januari, di mana untuk kesetimbangan &#13;
air selama masa tanam mengalami kelebihan air (surplus) dari bulan Januari I sampai &#13;
dengan Desember II.
</description>
<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10593</guid>
<dc:date>2026-01-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL  (STUDI KASUS SIMPANG KAWALU JL. PERINTIS KEMERDEKAAN – JL. RAYA CIBEUTI – JL. PAGEDAN )</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10589</link>
<description>ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL  (STUDI KASUS SIMPANG KAWALU JL. PERINTIS KEMERDEKAAN – JL. RAYA CIBEUTI – JL. PAGEDAN )
Intersections are an important part of the transportation system, serving as a meeting point for traffic flowsfrom various directions. The Kawalu Intersection, which connects Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Raya Cibeuti, and Jalan Pagedan, is an unsignalized intersection located around the Kawalu Market area and has quite high traffic activity. This condition can cause delays and queues of vehicles, so an analysis is needed to determine the intersection's performance.&#13;
This study aims to determine the performance of the unsignalized intersection in Kawalu based on traffic volume, capacity, degree of saturation, and level of intersection service. The analysis was conducted using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) method. The data used includes data fromIntersection metric data, traffic flow data, environmental conditions, and population data. &#13;
Based on the analysis results on Sunday, October 8, 2023, at 3:00 PM–4:00 PM, the traffic volume was 2,044 smp/hour with an intersection capacity of 3,013 smp/hour. The degree of saturation (DS) value was 0.68 and the level of service was 0.68. (Level ofService/LOS) is at level C. Alternative improvements are made by reducing side obstacles by installing no parking and stopping signs and installing warning lights (warning light). The results of the alternative improvements show that the intersection capacity increased to 3,544 smp/hour, while the degree of saturation decreased to 0.58 with the service level remaining at level C. Thus, reducing side obstacles can increase the intersection capacity and improve traffic performance compared to current conditions. existing.
</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10589</guid>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kelayakan Finansial Pada Pembangunan Perumahan Lippo Karawaci Di Kabupaten Tanggerang</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10587</link>
<description>Analisis Kelayakan Finansial Pada Pembangunan Perumahan Lippo Karawaci Di Kabupaten Tanggerang
Nur Pauji, Zulpa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial proyek perumahan &#13;
Lippo Karawaci di Kabupaten Tangerang. Analisis dilakukan dengan menggunakan &#13;
beberapa indikator kelayakan investasi, yaitu Net Present Value (NPV), Internal &#13;
Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Metode penelitian yang digunakan &#13;
adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data keuangan &#13;
dianalisis berdasarkan proyeksi arus kas yang telah disusun. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp 50.133.020.631 yang bernilai positif, &#13;
IRR sebesar 15,63% yang lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto 10%, serta &#13;
Payback Period selama 5 tahun, sehingga modal dapat kembali sebelum umur &#13;
proyek berakhir pada 2029. Berdasarkan ketiga indikator tersebut, proyek &#13;
perumahan Lippo Karawaci dinyatakan layak untuk dilaksanakan dari aspek &#13;
finansial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa proyek perumahan &#13;
merupakan investasi yang prospektif dengan tingkat pengembalian yang &#13;
menguntungkan. Namun, penelitian ini masih terbatas pada aspek finansial. Oleh &#13;
karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan analisis &#13;
kelayakan non-finansial serta skenario sensitivitas agar hasil penelitian lebih &#13;
komprehensif dan realistis.
</description>
<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10587</guid>
<dc:date>2026-09-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
