<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/654">
<title>Apri Budianto</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/654</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/739"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/738"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/710"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T11:26:16Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/739">
<title>MODEL STRATEGI PEMASARAN DENGAN e-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN LUAS PASAR UKM-UKM DI PEDESAAN KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/739</link>
<description>MODEL STRATEGI PEMASARAN DENGAN e-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN LUAS PASAR UKM-UKM DI PEDESAAN KABUPATEN CIAMIS
Budianto, Apri
Perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia melesat dalam lima tahun&#13;
terakhir. Hasil riset yang diprakarsai oleh Asosiasi E-commerce Indonesia&#13;
(idEA), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres) memperlihatkan&#13;
bahwa tahun 2013 nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai US$8 miliar (Rp&#13;
94,5 triliun) dan di tahun 2017 diprediksi naik tiga kali lipat menjadi US$25&#13;
miliar (Rp 295 triliun). Potensi ini dibarengi dengan jumlah pengguna internet&#13;
yang mencapai angka 82 juta orang atau sekitar 30 persen dari total penduduk di&#13;
Indonesia. "Ini membuat pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat&#13;
menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya.&#13;
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui model strategi pemasaran&#13;
dengan e-commerce dalam meningkatkan luas pasar pada UKM di pedesaan.&#13;
Tujuan ini dicapai dengan metode Research and Development dimana peneliti&#13;
berperan serta (Participant) dalam kegiatan.&#13;
Hasil penelitian ini adalah Kabupaten Ciamis dengan luas 876,8 km²&#13;
terdiri dari 26 Kecamatan dan 336 desa, Total UMKM sebanyak 13.127, Usaha&#13;
Mikro 10.426 atau 79,42%, Usaha Kecil 1.875 atau 14,28% dan Menengah 826&#13;
atau 6,29%.&#13;
Jumlah Jenis Usaha pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di&#13;
Kabupaten Ciamis sebanyak 1.248, terdiri dari Jenis Usaha Kecil sebanyak 963&#13;
terbanyak di Kecamatan Banjarsari yakni 97 jenis usaha selanjutnya Kecamatan&#13;
Panumbangan yakni 73 jenis usaha dan Jenis Usaha Menengah sebanyak 285,&#13;
terbanyak di Kecamatan Sadananya yakni 124 jenis Usaha, selanjutnya&#13;
Kecamatan Banjarsari sebanyak 45 jenis usaha.&#13;
Wilayah Pemasaran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten&#13;
Ciamis 96.47% berada pada wilayah Lokal dan didominasi oleh UKM yang&#13;
berada di Kecamatan Ciamis sebanyak 1.209 usaha dan Kecamatan Cipaku&#13;
sebanyak 1.076 usaha, 3.41% pada wilayah Regional dan didominasi oleh UKM&#13;
yang berada di Kecamatan Sadananya sebanyak 71 usaha dan Kecamatan Lakbok&#13;
sebanyak 38 usaha, 0.11% pada wilayah Nasional dan didominasi oleh UKM&#13;
yang berada di Kecamatan Cipaku dan Kecamatan Panumbangan dan 0.02% pada&#13;
Wilayah Internasional berada pada wilayah Kecamatan Rancah dan Kecamatan&#13;
Purwadadi.&#13;
Dengan keterbatasan dana, keterbatasan SDM, keterbatasan kompetensi&#13;
Model pemasaran yang paling cocok bagi Usaha Kecil Menengah(UKM) di&#13;
Kabupaten Ciamis adalah mengoptimalkan Search Engine, Youtube marketting,&#13;
group, Fan Page dan media sosial (FB,TW,BBM,LINE,WA,G+,IG).
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/738">
<title>ANALISIS INVESTASI AGROPOLITAN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/738</link>
<description>ANALISIS INVESTASI AGROPOLITAN CIAMIS
Budianto, Apri
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara historis sebagian besar wilayah daratannya&#13;
memiliki karakteristik sebagai daerah pertanian. Daerah pertanian yang sering diidentikkan dengan&#13;
kawasan perdesaan dalam beberapa faktor memiliki banyak perbedaan yang menonjol&#13;
dibandingkan dengan kawasan perkotaan. Diantara perbedaan yang menonjol adalah dalam hal&#13;
kepadatan penduduk yang rendah dan dominasi sektor pertanian. Hingga tahun 2000, kawasan&#13;
perdesaan merupakan kawasan tempat tinggal sebagian besar penduduk Indonesia. Pengertian&#13;
kawasan perdesaan menurut Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yaitu&#13;
kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam&#13;
dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa&#13;
pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Hasil Sensus Penduduk tahun 2000&#13;
menggambarkan bahwa lebih dari 50 % penduduk Indonesia bermukim di kawasan perdesaan,&#13;
yaitu sekitar 65%. Besarnya prosentase penduduk yang terkonsentrasi di kawasan perdesaan ini&#13;
merupakan potensi sekaligus permasalahan bagi pembangunan. Pertama, dari sisi produksi, desa&#13;
menjadi penyedia sumberdaya manusia. Kedua, dari sisi konsumsi, penduduk yang&#13;
besarmerupakan potensi pasar bagi produk-produk komersial. Penyediaan sarana produksi&#13;
(benih/bibit, pupuk dan obat-obatan) serta alat pertanian. Apabila sarana produksi ini cukup berarti&#13;
kebutuhan petani terpenuhi dengan demikian memperoleh skor tinggi Peranan KUD apabila sangat&#13;
berperan didalam penyediaan sarana produksi, maka KUD cukup menunjang dalam usaha&#13;
agribisnis.
</description>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/710">
<title>STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGI KABUPATEN (KSK) KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/710</link>
<description>STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGI KABUPATEN (KSK) KABUPATEN CIAMIS
Budianto, Apri
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merancang strategi pengembangan potensi lahan (aset daerah) potensial dalam meningkatkan investasi di Kabupaten Ciamis, pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Koridor Jalan Arteri Primer Cihaurbeuti-Cisaga dengan mengoptimalkan kekuatan, menghilangkan kelemahan, memanfaatkan peluang dan menghidari ancaman yang dihadapi. Metode yang di gunakan analisa Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), disimpulkan bahwa dari 4 (empat) potensi lahan (asetdaerah) potensial yang beradapada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Koridor Jalan Arteri Primer Cihaurbeuti-Cisaga terdapat 3 (tiga) potensi lahan (asset daerah) potensial yang menempati posisi 3 (tiga) besar yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan yang masing-masing adalah Kawasan Eks Swadaya di kelurahan Ciamis, Kawasan Cagar Budaya Karangmulyan, Kawasan pesawahan Eks Terminal Maleber. Pengembangan objek potensi lahan (asset daerah) potensial yang berada pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Koridor Jalan Arteri Primer Cihaurbeuti-Cisaga dapat dilaksanakan melalui strategi ofensif, hal ini berdasarkan pada hasil analisis SWOT Pengembangan objek potensi lahan (asset daerah) potensial yang berada pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Koridor Jalan Arteri Primer Cihaurbeuti-Cisaga pada saat ini berada pada posisi faktor intenal dan eksternal yang kuat. Kondisi Objek berpeluang untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata (wisata kota) dan wisata cagar budaya unggulan yang berbasis lingkungan yang didukung oleh berbagai elemen kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
