<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/500">
<title>Elin Herlina</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/500</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10655"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3652"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3651"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3463"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-05T10:25:48Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10655">
<title>Determinants of Managerial Performance: The Mediating Role of Work Ethic in Indonesian Batik MSMEs</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10655</link>
<description>Determinants of Managerial Performance: The Mediating Role of Work Ethic in Indonesian Batik MSMEs
Herlina, Elin; Djulius, Horas; Zakaria, Azfahanee
In    this    study,    how    managerial    performance    is    shaped    by organizational    culture,    managerial    competence,    and    the    work environment through work ethic in  batik  micro, small, and medium-sized  enterprises  (MSMEs)  in  East  Priangan,  West  Java,  is  examined. Affective mediators are largely relied on by prior performance studies, and   limited   explanation   of   how   organizational   conditions   are translated into value-based managerial behavior is provided by them. Survey data from 258 owner-managers and managers were analyzedusing  partial  least  squares  structural  equation  modeling  (PLS-SEM). The strongest positive relationship with work ethic was shown by the work environment (β = 0,389),  and  it  was  followed  by  managerial competence (β = 0,338) and organizational culture (β = 0,287). Work ethic was positively related to managerial performance (β = 0,392), while 96,4% of the variance in work ethic and 63,0% of the variance in  managerial  performance  were  explained  by  the  model.  Partial mediation   across   the   three   pathways   is   indicated   by   variance-accounted-for values of 41,3–58,8%. Work ethic is positioned by these findings  as  a  value-based  behavioral  mechanism  rather  than  merely as   an   individual   antecedent   of   performance.   For   batik   MSMEs, competence  building  and  workplace  improvement  should  therefore be  combined  by  managerial  development  with  routines  by  which discipline,  responsibility,  productive  use  of  time,  and  community-oriented values are reinforced
</description>
<dc:date>2026-09-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3652">
<title>ANALISA AKADEMIK ATAS HASIL TANGGAPAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNG JAWABAN BUPATI KABUPATEN CILACAP</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3652</link>
<description>ANALISA AKADEMIK ATAS HASIL TANGGAPAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNG JAWABAN BUPATI KABUPATEN CILACAP
Herlina, Elin; Syarifudin, Deden; Akbar, DS; Mulyatini, Nurdiana; Darna, Nana
</description>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3651">
<title>Knowladge Transfer Dalam Continuous Improvement</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3651</link>
<description>Knowladge Transfer Dalam Continuous Improvement
Herlina, Elin; Syarifudin, Deden; Yuliani, Dini
</description>
<dc:date>2022-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3463">
<title>PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM PERSPEKTIF  COLLABORATIVE PLANNING BERBASIS BUDAYA   DI KAMPUNG ADAT KUTA KABUPATEN CIAMIS</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3463</link>
<description>PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM PERSPEKTIF  COLLABORATIVE PLANNING BERBASIS BUDAYA   DI KAMPUNG ADAT KUTA KABUPATEN CIAMIS
Herlina, Elin; Mulyatini, Nurdiana; Syarifudin, Deden
Penelitian ini diarahkan untuk menemukan adanya fenomena collaborative &#13;
planning aktivitas pariwisata pada desa adat berbasis budaya. Pariwisata budaya &#13;
merupakan bagian dari perlindungan bentang alam budaya dan ethnografi yang &#13;
harus memiliki nilai konservasi bagi budaya bangsa. Perlindungan ini tertuang &#13;
dalam P 87 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Pemajuan Kebudayaan. &#13;
'Kebudayaan' dalam PP 87 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU 5 tahun &#13;
2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ditegaskan sebagai segala sesuatu yang &#13;
berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat. Di sisi lain adanya &#13;
perlindungan budaya yang menjadi pariwisata dapat meningkatkan perekonomian &#13;
masyarakat. Dalam pelaksanaan antara pariwisata dan atraksi budaya seringkali &#13;
melibatkan pihak lain yang memiliki interest terhadap keduanya. Untuk melihat hal &#13;
tersebut collaborative planning merupakan metoda kualitatif yang dapat &#13;
mengungkap sejauhmana pelaksanaan pariwisata budaya didukung melalui jejaring &#13;
dengan konsep yang desain yang kompak menuju hasil pelestarian budaya &#13;
sekaligus meningkatkan perekonimian dan sosial pelakunya. Hasil penelitian &#13;
menunjukan bahwa proses collaborative planning di Kampung Adat kuta masih &#13;
pada tatar ceremonial tahunan yang melibatkan warga sebagai pelaku seperti Hajat &#13;
Bumi dan upacara Nyuguh di Leuweung Gede. Pelaksanaan collaborative planning &#13;
yang dilakukan dalam rangka membuat grand desain, konsep dan strategi pariwisata &#13;
saat ini belum terjalin. Hambatan terbesar adalah inisiasi aktivitas pariwisata masih &#13;
tertutup pada sesepuh adat, serta belum membuka diri sebagai suatu entitas milik &#13;
bersama semua kepentingan. Meskipun didalam proses collaborative planning &#13;
terjalin dengan baik tetapi saat ini belum dapat menjadi kepentingan bersama yang &#13;
bertujuan menjaga kelestarian budaya dan memajukan pariwisatannya.
</description>
<dc:date>2023-03-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
