<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3244">
<title>History Education</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3244</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8315"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8282"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8202"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8139"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T11:25:49Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8315">
<title>IMPLEMENTASI NILAI NILAI KEPAHLAWANAN KI BAGUS RANGIN  DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI- 9 DI MAN 2  MAJALENGKA</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8315</link>
<description>IMPLEMENTASI NILAI NILAI KEPAHLAWANAN KI BAGUS RANGIN  DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI- 9 DI MAN 2  MAJALENGKA
Al Haqi, Muh Fikri
Penelitian ini berfokus pada implementasi nilai-nilai kepahlawanan Ki Bagus &#13;
Rangin dalam pembelajaran sejarah di kelas XI- 9 MAN 2 Majalengka. Tujuan &#13;
utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai kepahlawanan Ki &#13;
Bagus Rangin serta bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam proses &#13;
pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik &#13;
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan &#13;
hasil penelitian, ditemukan bahwa nilai-nilai kepahlawanan yang tercermin dalam &#13;
sosok Ki Bagus Rangin meliputi patriotisme, keberanian, kepemimpinan, &#13;
keteguhan, pengorbanan, keikhlasan, serta semangat pantang menyerah. Nilai-nilai &#13;
ini dipandang relevan untuk ditanamkan kepada peserta didik dalam rangka &#13;
membangun karakter yang kuat dan cinta tanah air. Implementasi nilai-nilai &#13;
kepahlawanan tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan dalam pembelajaran &#13;
sejarah, termasuk integrasi ke dalam kurikulum Merdeka yang diterapkan di MAN &#13;
2 &#13;
Majalengka. Meskipun demikian, beberapa kendala ditemukan dalam &#13;
penerapannya, seperti kurangnya pemahaman siswa terhadap pentingnya nilai-nilai &#13;
kepahlawanan dan keterbatasan waktu serta sumber daya yang dimiliki sekolah. &#13;
Untuk mengatasi kendala tersebut, solusi yang diterapkan meliputi peningkatan &#13;
sosialisasi tentang pentingnya nilai-nilai kepahlawanan, penggunaan pendekatan &#13;
yang lebih kreatif dan menarik dalam pembelajaran, serta melibatkan peran aktif &#13;
guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan &#13;
bahwa penerapan nilai-nilai kepahlawanan Ki Bagus Rangin dalam pembelajaran &#13;
sejarah dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai-nilai moral &#13;
dan patriotisme serta berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa yang lebih &#13;
baik.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8282">
<title>Pemanfaatan Situs Galuh Salawe Dengan Menggunakan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Sejarah Di Kelas X-E-2 SMAN 1 Cimaragas</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8282</link>
<description>Pemanfaatan Situs Galuh Salawe Dengan Menggunakan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Sejarah Di Kelas X-E-2 SMAN 1 Cimaragas
Hadi, Sopian
PEMANFAATAN SITUS GALUH SALAWE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X-E-2 SMAN 1 CIMARAGAS&#13;
&#13;
Sopian Hadi&#13;
&#13;
Program Studi Pendidikan Sejarah&#13;
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh&#13;
Email : sopianhadi11007@gmail.com&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Situs Galuh Salawe Dengan Menggunakan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Sejarah Di Kelas X-E-2 SMAN 1 Cimaragas. Melalui Media Audio Visual kita lebih mudah untuk dapat melakukan proses pembelajaran. Media ini sangat memudahkan guru untuk mencari sumber atau materi yang diperlukan, contohnya untuk mengetahui Situs Galuh Salawe sebagai sumber belajar sejarah. Namun kenyataan di lapangan, dalam pembelajaran sejarah, guru juga kurang mengembangkan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menarik. Guru tetap menggunakan model konvensional dan tidak berubah yang membuat siswa jenuh dan membosankan dalam mata pelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pemanfaatan Situs Galuh Salawe dengan menggunakan Media Audio Visual dalam pembelajaran sejarah di kelas X-E-2 SMAN 1 Cimaragas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Situs Galuh Salawe merupakan petilasan Sanghyang Cipta Permana Prabu Digaluh yang berada di Kabupaten Ciamis yang menyimpan sejarah asal – usul Kabupaten Ciamis yang identik dengan sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Galuh. Guru mata Pelajaran Sejarah di kelas X-E-2 SMAN 1 Cimaragas  memanfaatkan Situs Galuh Salawe dengan menggunakan Media Audio Visual dalam pembelajaran agar efektif dan efesien. Penelitian ini merekomendasikan integrasi lebih lanjut dari Media Audio Visual dalam pembelajaran sejarah untuk mendukung pemahaman yang lebih mendalam mengenai warisan budaya.&#13;
&#13;
Kata kunci : Media Audio Visual, Situs Galuh Salawe, Pembelajaran Sejarah
</description>
<dc:date>2024-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8202">
<title>Perkembangan Kesenian Badawang kawung Di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar tahun 2015-2024</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8202</link>
<description>Perkembangan Kesenian Badawang kawung Di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar tahun 2015-2024
RESA AMALIA
Penelitian membahas perkembangan kesenian Badawang Kawung di Karyamukti, &#13;
Kota Banjar, pada periode 2015–2024. Fokus penelitian yaitu untuk mengetahui &#13;
eksistensi, bentuk, dan perkembangan kesenian tersebut. Penelitian menggunakan &#13;
metode historis dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi, dan &#13;
wawancara dengan lima narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
kesenian ini lahir tahun 2015 terinspirasi dari tradisi Reog Dongkol. Bentuknya &#13;
berupa boneka raksasa dengan simbol pohon kawung yang diiringi penari, &#13;
penyanyi, dan pemain musik. Perkembangan tampak pada kostum, lagu pengiring, &#13;
perubahan alat musik, serta bahan rangka boneka dari bambu menjadi baja ringan. &#13;
Meskipun sempat terhenti pada 2020 karena pandemi Covid-19 dan 2023, dan &#13;
hanya ditampilkan dalam bentuk arak-arakan, kesenian ini tetap menjadi identitas &#13;
budaya warga Karyamukti. Peneliti merekomendasikan kesenian ini agar tetap &#13;
dilestarikan demi menjaga kekayaan budaya masyarakat.
Skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh, 2025.
</description>
<dc:date>2025-08-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8139">
<title>Pemanfaatan Museum Purbakala Cipari Dengan Metode Field Trip Dalam Pembelajaran Sejarah Bagi Siswa Kelas X SMAN 2 Kuningan</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8139</link>
<description>Pemanfaatan Museum Purbakala Cipari Dengan Metode Field Trip Dalam Pembelajaran Sejarah Bagi Siswa Kelas X SMAN 2 Kuningan
Mauludin, Rizky Ady
This study is motivated by the importance of history learning in fostering local historical awareness and motivating students to understand the nation’s cultural heritage. One effective learning strategy is the field trip method, which involves taking students to learn directly outside the classroom at relevant historical sites. The Cipari Archaeological Museum in Kuningan Regency, a megalithic heritage site, holds great potential to be utilized as a concrete, meaningful, and contextual source of history learning. The objectives of this research are to explore and understand the history of the Cipari Archaeological Museum, describe its utilization through the field trip method in history learning for Grade X students of SMAN 2 Kuningan, and analyze students’ responses to the implementation of this method. &#13;
This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The research subjects consist of Grade X students of SMAN 2 Kuningan, history teachers of SMAN 2 Kuningan, and the management of the Cipari Archaeological Museum.&#13;
The results show that conducting field trips to the museum can increase students’ learning interest, understanding of local history, and active participation in the learning process. Students are more enthusiastic and directly engaged in exploring historical material compared to conventional classroom learning. Despite challenges such as limited time and logistics, the field trip method has proven to provide more concrete, relevant, and memorable learning experiences. This study recommends that history teachers utilize museums as alternative learning resources that can be integrated into the curriculum, with careful planning and reflective post-visit activities, so that the educational benefits of field trips can be maximized.
Pembelajaran sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap perkembangan peradaban manusia, serta memberikan wawasan mengenai dinamika sosial, politik, dan budaya yang terjadi sepanjang zaman. Sebagai mata pelajaran yang mengkaji peristiwa-peristiwa masa lalu, sejarah tidak hanya berfungsi untuk mengingatkan kita tentang apa yang telah terjadi, tetapi juga untuk menganalisis faktor-faktor penyebab, dampak, dan relevansi peristiwa tersebut terhadap kehidupan masa kini. Dalam pembelajaran sejarah siswa dapat mencari atau mengadakan seleksi terhadap nilai-nilai kompleks di masa kini maupun yang akan datang. Proses mencari atau proses seleksi jelas menekankan pada pendekatan proses, serta menuntut untuk lebih diciptakan aktivitas fisik-mental dan kreativitas siswa dalam belajar sejarah. Selain itu, pengajaran sejarah memberi pengertian yang mendalam serta suatu keterampilan. (Sirnayanti, 2017). &#13;
Kurangnya kesadaran masyarakat lokal terhadap Museum Purbakala Cipari merupakan permasalahan yang cukup kompleks. Hal ini tercermin dari sedikitnya jumlah kunjungan edukasi yang dilakukan oleh sekolah sehingga peserta didik tidak mengetahui keberadaan museum yang menyimpan bukti sejarah kehidupan di wilayah tersebut sejak ribuan tahun lalu. Museum Purbakala Cipari memang terkesan kuno, membosankan, membuat masyarakat terutama generasi muda, kurang tertarik untuk berkunjung. Kurangnya integrasi museum dalam kegiatan pendidikan juga menjadi faktor pendukung hal tersebut terjadi. Museum sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami proses evolusi manusia di Indonesia. Oleh karena itu, Museum Purbakala Cipari Kuningan memiliki peran strategis dalam pelestarian sejarah, pendidikan, dan pengembangan pariwisata budaya di daerah Kuningan dan sekitarnya. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pemanfaatan Museum Purbakala Cipari Dengan Metode Field trip Dalam Pembelajaran Sejarah Bagi Siswa Kelas X Sman 2 Kuningan”.
</description>
<dc:date>2025-08-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
