<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3230">
<title>Civil Engineering</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3230</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8703"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8690"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8680"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8676"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-17T02:59:58Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8703">
<title>ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PAKET PEKERJAAN PEMELIHARAAN BERKALA JALAN RUAS JALAN KARANGNUNGGAL-CIPATUJAH</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8703</link>
<description>ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PAKET PEKERJAAN PEMELIHARAAN BERKALA JALAN RUAS JALAN KARANGNUNGGAL-CIPATUJAH
Susanto, Agus
ABSTRAK&#13;
Pembangunan Jalan bertujuan untuk meningkatkan kelancaran tranportasi darat guna menunjang kesejahteraan dan perekomian masyarakat. Dalam pelaksanaan pembangunan jalan tidak luput dari adanya risiko yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan. Hal ini berhubungan dengan dampak dari risiko yang timbul yang dapat menghambat serta merugikan pihak pelaksana proyek baik dari segi biaya, waktu, mutu maupun lingkup pekerjaannya.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dalam pelaksanaan Proyek jalan Provinsi pada Paket Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Jalan Karangnunggal-Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat, untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan (major risk) serta melakukan respon risiko dan untuk kepemilikan risiko agar dapat mengurangi konsekuensi yang ditimbulkan oleh risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan data primer dari kuisener dan wawancara, data sekunder dari study literatur dan data proyek dinas DBMPR.&#13;
Kuisener disebarkan kepada responden yaitu intansi terkait 10 (sepuluh) orang, konsultan 5 (lima) orang, kontraktor 10 (sepuluh) orang, terdiri dari staff, pengawas proyek dan pekerja lapangan. Hasil dari penelitian pada pelaksanaan proyek pemeliharaan berkala jalan propinsi di Propinsi Jawa Barat teridentifikasi dua belas (12) faktor risiko dan delapan (8) faktor risiko dominan yaitu : berasal dari sumber risiko:  1 (satu) risiko politik, 1 (satu) risiko pemasaran, 1 (satu) risiko ekonomi, 2 (dua) risiko proyek, 1 (satu) risiko manusia, 1 (satu) risiko kriminal, 1 (satu) risiko keselamatan. Tindakan respon risiko dilakukan untuk mengurangi dampak negative dari risiko-risiko yang termasuk dalam kategori risiko dominan (major risk) dengan pemilik resiko adalah intansi terkait, konsultan dan kontraktor, dari 8 faktor risiko yang variabel (X9) kebutuhan material aggregat tidak terpenuhi karena banyaknya pemintaan di quary dominan diambil 1 faktor risiko yang paling menonjol yaitu faktor proyek dengan.
</description>
<dc:date>2024-10-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8690">
<title>Analisa Perbandingan Metode Bottom Up dan Metode To Down Pekerjaan Basement Pada Gedung Parkir Museum BRI Purwkerto dari Segi Biaya dan Waktu</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8690</link>
<description>Analisa Perbandingan Metode Bottom Up dan Metode To Down Pekerjaan Basement Pada Gedung Parkir Museum BRI Purwkerto dari Segi Biaya dan Waktu
Aulia, Santi
Metode pelaksanaan basement umumnya menggunakann metode bottom-up, namun seiring perkembangan teknologi menghadirkan metode baru berupa metode top-down yang pekerjaannya dimulai dari lantai permukaan lalu dilanjut ke bagian basement. Pembangunan basement semakin populer karena kebutuhan lahan parkir dan ruang utilitas, metode top-down memungkinkan pekerjaan basement dan lantai atas dilakukan secara bersamaan, sehingga dapat menjadi alternatif lebih efisien dibanding metode konvensional.&#13;
Tugas akhir ini berfokus pada perbandingan antara dua metode pelaksanaan basement yaitu metode bottom-up dan metode top-down dari segi biaya dan waktu. Proyrk yang dijadikan objek penelitian ini adalah Pembangunan Gedung Museum BRI Purwokerto. Untuk kedua metode tersebut dilakukan melalui studi pustaka dan pengumpulan data, analisa metode pelaksanaan, perhitungan kebutuhan material dan alat, analisa produktivitas dan durasi pekerjaan serta analisa perhitungan biaya.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan cara analisa perbandingan metode bottom-up dan metode top-down diperoleh hasil pada penggunaan metode bottom-up membutuhkan waktu pelaksanaan selama 168 Hari dengan biaya sebesar Rp. 6.700.000.000 dan metode top-down membutuhkan waktu pelaksanaan selama 129 hari dengan biaya sebesar Rp. 8.400.000.000.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8680">
<title>ANALISIS KINERJA WAKTU DAN BIAYA DENGAN KONSEP EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN TIU SUNTUK SUMBAWA  NUSA TENGGARA BARAT</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8680</link>
<description>ANALISIS KINERJA WAKTU DAN BIAYA DENGAN KONSEP EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN TIU SUNTUK SUMBAWA  NUSA TENGGARA BARAT
HERLAMBANG, ARDE AJI
The Tiu Suntuk Dam Construction Project in Sumbawa, West Nusa Tenggara experienced delays in the completion of work so that the tendency of time and costs did not match the plan, so it was necessary to conduct a time and cost performance analysis based on the Earned Value concept to obtain the fastest completion time with the lowest costs.&#13;
&#13;
The objective of this research is to determine the time and cost performance and to determine the fastest project time with the lowest cost for the Tiu Suntuk Dam Construction Project in Sumbawa, West Nusa Tenggara, using the Earned Value concept. The method used in this research is descriptive quantitative, research that describes the conditions of a particular project by analyzing existing data.&#13;
&#13;
The results of the study show that the time and cost performance of the Tiu Suntuk Dam Construction Project in Sumbawa, West Nusa Tenggara can be seen from the average time performance index (SPI) of 0.950&lt;1, this indicates that the time performance of the Tiu Suntuk Dam Construction Project in Sumbawa, West Nusa Tenggara is not good, because it is unable to achieve the planned work targets, although in the end the project can be completed on time according to the contract and the average cost performance index (CPI) = 1,000, this indicates good cost performance because the costs incurred are in accordance with the budget. The fastest time estimate (ETC) to complete the Tiu Suntuk Dam Construction Project in Sumbawa, West Nusa Tenggara is 31 months and the lowest cost estimate (EAC) to complete the Tiu Suntuk Dam Construction Project in Sumbawa, West Nusa Tenggara is Rp. 633,257,089,552.24.
</description>
<dc:date>2026-02-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8676">
<title>Analisis Pengendalian Waktu Critical Path Method (CPM) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung RSUD Cideres Kabupaten Majalengka)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8676</link>
<description>Analisis Pengendalian Waktu Critical Path Method (CPM) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung RSUD Cideres Kabupaten Majalengka)
Dewi Sri, Legina
Perkembangan pesat konstruksi seiring kemajuan teknologi menjadikan manajemen proyek sangat penting untuk menjaga mutu, biaya, dan waktu. Namun, proyek sering menghadapi kendala teknis yang memicu keterlambatan. Hal tersebut juga terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung Management RSUD Cideres Kabupaten Majalengka, dengan permasalahan seperti pembuangan tanah yang kurang optimal, perbedaan volume tulangan dengan RAB, serta perubahan metode pekerjaan balok dan pelat lantai yang menyebabkan pergeseran jadwal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian waktu proyek pada proyek Pembangunan Gedung RSUD Cideres Kabupten Majalengka dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penyelesaian proyek yang direncanakan dalam jadwal awal adalah 175 hari. Setelah dilakukan analisis dengan metode CPM, terdapat percepatan penyelesaian selama 7 hari dari rencana tersebut. Dengan demikian proyek dapat diselesaikan dalam waktu 168 hari.. Kata kunci: Manajemen Proyek, Penjadwalan, Pengendalian Waktu, jalur kritis.
</description>
<dc:date>2025-10-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
