<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3225">
<title>Industrial Engineering</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3225</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9759"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9757"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9754"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9753"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-13T12:53:25Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9759">
<title>PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MOULDING DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9759</link>
<description>PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MOULDING DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE
Fokus penelitian ini adalah mesin moulding di PT Synergy Karya Cemerlang. &#13;
Mesin-mesin ini terus mengalami masalah seperti penundaan waktu, penurunan &#13;
kecepatan produksi, dan produk yang rusak, yang semuanya menyebabkan proses &#13;
produksi tidak berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur &#13;
tingkat efektivitas mesin moulding dengan menggunakan metode Overall &#13;
Equipment Effectiveness (OEE), menemukan penyebab rendahnya efektivitas &#13;
berdasarkan analisis Six Big Losses, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan &#13;
dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM). Dengan data &#13;
yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian &#13;
menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Ini mencakup data tentang waktu &#13;
produksi, penundaan produksi, output produksi, waktu siklus ideal, dan produk &#13;
cacat. Pengukuran OEE didasarkan pada tiga elemen utama: ketersediaan, kinerja, &#13;
dan kualitas. Kemudian six big losses dievaluasi dan penyebabnya diidentifikasi &#13;
dengan menggunakan diagram Pareto dan fishbone. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa rata-rata nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin moulding &#13;
selama periode Juli–Desember sebesar 55%, masih berada di bawah standar JIPM &#13;
sebesar 85%. Nilai tersebut terdiri dari rata-rata Availability sebesar 80%, &#13;
Performance sebesar 81%, dan Quality sebesar 85%. Hasil analisis Six Big Losses &#13;
menunjukkan bahwa faktor kerugian dominan adalah Breakdown Losses sebesar &#13;
39,80%, Reduced Speed Losses sebesar 29,04%, dan Defect and Rework Losses &#13;
sebesar 23,36%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya efektivitas mesin &#13;
terutama dipengaruhi oleh downtime yang disebabkan oleh kerusakan komponen, &#13;
penurunan kecepatan mesin, dan produk yang tidak memenuhi standar kualitas. &#13;
Menurut hasil analisis, perbaikan yang disarankan meliputi penerapan perawatan &#13;
pencegahan secara teratur pada komponen penting, penerapan perawatan mandiri &#13;
yang dibantu oleh operator, peningkatan pengendalian kualitas, penyediaan suku &#13;
cadang penting, dan evaluasi berkala nilai OEE. Diharapkan bahwa implementasi &#13;
rekomendasi ini akan mengurangi kerugian produksi, meningkatkan ketersediaan, &#13;
kinerja, dan kualitas, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses.&#13;
Kata kunci: Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectivenes&#13;
(OEE), Enam Kerusakan Besar, Efektivitas Mesin, Mesin Moulding.
</description>
<dc:date>2026-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9757">
<title>Optimasi Interval Waktu Penggantian Komponen Kritis Mesin CNC Cincinnati Milacron Double Gantry Aluminium Menggunakan Metode Age Replacement Di PT. Dirgantara Indonesia</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9757</link>
<description>Optimasi Interval Waktu Penggantian Komponen Kritis Mesin CNC Cincinnati Milacron Double Gantry Aluminium Menggunakan Metode Age Replacement Di PT. Dirgantara Indonesia
Bahtiar, Restu Muhammad
PT. Dirgantara Indonesia Persero (PT. DI) sering menghadapi masalah downtime&#13;
dan penurunan produktivitas pada mesin kunci CNC Cincinnati Milacron DGAL&#13;
akibat belum adanya jadwal penggantian komponen yang terstruktur. Untuk&#13;
mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menerapkan metode Age Replacement&#13;
guna menentukan interval waktu penggantian komponen optimal berbasis biaya&#13;
perawatan minimum. Berdasarkan analisis data dari Agustus 2025 hingga Mei&#13;
2026, selang coolant diidentifikasi sebagai komponen paling kritis dengan&#13;
kontribusi downtime mencapai 96,97% dan berdistribusi lognormal (MTTF 382&#13;
jam). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa interval penggantian optimal untuk&#13;
selang coolant adalah setiap 86 jam dengan total 19 kali penggantian terencana.&#13;
Kebijakan baru ini berhasil meningkatkan tingkat keandalan komponen dari 29%&#13;
menjadi 79%, sekaligus menekan biaya perawatan menjadi Rp28.140.001 dan&#13;
memberikan penghematan sebesar Rp11.184.999 atau sekitar 28%. Dengan&#13;
demikian, penjadwalan terstruktur ini terbukti efektif meningkatkan keandalan&#13;
komponen kritis dan mengoptimalkan efisiensi biaya operasional perusahaan.
</description>
<dc:date>2026-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9754">
<title>Analisis Dan Pengendalian Kesalahan Penyortiran Paket (Misroute) Menggunakan Metode Seven Tools Di Hub Spx Exspress Cikatomas</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9754</link>
<description>Analisis Dan Pengendalian Kesalahan Penyortiran Paket (Misroute) Menggunakan Metode Seven Tools Di Hub Spx Exspress Cikatomas
Patmawati, Ike
Penyortiran paket merupakan aktivitas krusial dalam sistem logistik, namun pada operasional Hub SPX Express Cikatomas masih ditemukan kesalahan penyortiran (misroute) yang menyebabkan keterlambatan pengiriman dan menurunnya efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis misroute yang dominan, menganalisis faktor penyebabnya, serta menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Seven Tools (check sheet, stratifikasi, histogram, diagram Pareto, dan diagram fishbone) yang didukung Why-Why Analysis dan metode 5W+2H. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi di Hub SPX Express Cikatomas selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis misroute, yaitu salah zona, salah dari SOC, dan salah scanning, dengan salah zona (64,02%) sebagai jenis paling dominan, diikuti salah dari SOC (21,96%). Akar penyebab melibatkan lima faktor, yaitu man, method, machine, material, dan environment. Usulan perbaikan yang dihasilkan meliputi penerapan SOP verifikasi penyortiran secara konsisten, pemeliharaan scanner berkala, pemeriksaan kualitas label, perbaikan tata letak area sortir, peningkatan koordinasi dengan SOC, serta evaluasi tenaga kerja saat volume paket meningkat.
</description>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9753">
<title>Permodelan Sistem Produksi Menggunakan Simulasi FlexSim Untuk Pencapaian Target Produksi Komponen Pesawat Di PT Dirgantara Indonesia</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9753</link>
<description>Permodelan Sistem Produksi Menggunakan Simulasi FlexSim Untuk Pencapaian Target Produksi Komponen Pesawat Di PT Dirgantara Indonesia
Ruli
Ketidaktercapaian target produksi pada industri dirgantara dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan kapasitas antarstasiun kerja yang memicu bottleneck, penumpukan Work In Process (WIP), dan terganggunya aliran material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual sistem produksi, mengembangkan model simulasi yang merepresentasikan sistem produksi, serta menentukan alternatif perbaikan untuk meningkatkan pencapaian target produksi pada area Sheet Metal Departemen Detail Part Manufaktur (DPM) PT. Dirgantara Indonesia. &#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Discrete Event Simulation (DES) menggunakan perangkat lunak FlexSim. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi data operasional perusahaan periode 2025. Validasi model dilakukan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), uji kesamaan dua rerata, dan uji kesamaan dua variansi. &#13;
Hasil simulasi kondisi existing menunjukkan output sebesar 14.829 unit dari target 40.311 unit atau hanya mencapai 36,79%, dengan total WIP sebesar 25.482 unit. Bottleneck teridentifikasi pada proses Fitter Rubber Press Hand Forming dan Finish Forming. Model simulasi menghasilkan nilai MAPE sebesar 1,02% dan dinyatakan valid. Pengujian tiga skenario menunjukkan bahwa Skenario 3 merupakan alternatif terbaik dengan penambahan operator/outsourcing, serta menjadi 3 shift , dan mencapai target produksi sebesar 40.311 unit, sekaligus menghilangkan penumpukan WIP dan memperlancar aliran material.. Dengan demikian, peningkatan kapasitas pada stasiun bottleneck berdasarkan prinsip Theory of Constraints (TOC) efektif dalam meningkatkan throughput dan mencapai target produksi.
</description>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
