<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3217">
<title>Faculty of Agriculture</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3217</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8765"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8751"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8700"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8698"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-14T21:49:25Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8765">
<title>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula Aren (Studi Kasus di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8765</link>
<description>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula Aren (Studi Kasus di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya)
Lisnawati, Ade
ADE LISNAWATI. 2025. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula &#13;
Aren (Studi Kasus Di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten &#13;
Tasikmalaya). Dibawah bimbingan Agus Yuniawan Isyanto dan Jeti Racmawati &#13;
Aren (Arenga pinnata) adalah tanaman industri yang hampir seluruh bagian &#13;
tanaman ini dapat diolah dan bernilai jual yang cukup tinggi. Nira aren sejak lama &#13;
telah menjadi bahan yang dikonsumsi untuk pemanis alami dalam olahan makanan. &#13;
Tanaman aren dapat ditemukan di hutan serta tersebar di beberapa tempat alami &#13;
seperti di pinggiran sungai maupun di daerah pedesaan. Tujuan dari penelitian ini &#13;
adalah: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi gula aren di Desa &#13;
Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. (2) Rata-rata produksi &#13;
gula aren di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya dalam &#13;
satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian &#13;
kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, Metode yang digunakan &#13;
dalam penelitian ini adalah survey dengan mengambil kasus di Desa Kawungsari &#13;
Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah petani aren yang &#13;
mengusahakan gula aren di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten &#13;
Tasikmalaya sebanyak 70 orang, sehingga seluruh perajin gula aren dijadikan &#13;
responden. Rancangan analisis data dan uji hipotesis menggunakan Analisis &#13;
Korelasi Rank Spearman dengan menggunakan variabel produksi, tenaga kerja, &#13;
harga jual, umur, ukuran keluarga, dan pengalaman berusaha. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa : (1) Umur petani nira dan pengalaman berusaha berpengaruh &#13;
positif tidak signifikan terhadap hasil produksi gula aren. Hal ini diindikasikan &#13;
dengan nilai signifikansi yang lebih dari ambang batas dan nilai koefisien korelasi &#13;
yang bernilai positif. (2) Tenaga kerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap &#13;
hasil produksi gula aren. Hal ini diindikasikan dengan nilai signifikansi yang lebih &#13;
dari ambang batas dan nilai koefisien yang bernilai negatif. (3) Jumlah nira dan &#13;
harga jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi gula aren. Hal &#13;
ini diindikasikan dengan nilai signifikansi yang kurang dari nilai ambang batas dan &#13;
nilai koefisien korelasi yang bernilai positif.
</description>
<dc:date>2026-05-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8751">
<title>ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH (Studi Kasus di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8751</link>
<description>ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH (Studi Kasus di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis)
Sendiawan, Ega
Cabai merah banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia karena cabai merah memiliki harga jual yang cukup tinggi serta permintaan terhadap cabai merah cenderung meningkat tiap tahunnya. Permintaan akan cabai yang meningkat dari waktu  ke waktu  ini menyebabkan cabai dapat diandalkan sebagai komoditas ekspor non-migas. Berdasarkan uraian di atas maka masalah dalam penelitian ini diidentifikasi sebagai berikut: (1) Berapa besarnya rata-rata biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis? (2) Bagaimana kelayakan usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Rata-rata Biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis. (2) Kelayakan usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian sensus. Penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuisioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan informasi yang spesifik. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder yang didapat dari kuisioner dan wawancara serta dari kantor desa dan literatur terkait. Berdasarka hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik beberepa kesimpulan sebagai berikut: (1) Rata-rata biaya total usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis per hektar per satu kali musim tanam adalah Rp. 22.118.200,-. (2)Rata-rata penerimaan usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis per hektar per satu kali musim tanam adalah Rp. 46.116.666,- dan rata-rata pendapatan dalam satu kali musim tanam adalah Rp. 23.998.466,-.(3)Rata-rata R/C per hektar per satu kali musim tanam adalah 2,09. Artinya  usahatani cabai merah di Desa Sadewata Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis menguntungkan dan layak diusahakan.
</description>
<dc:date>2024-11-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8700">
<title>NILAI TAMBAH KEDELAI MENJADI TAHU BULAT (Studi Kasus di Pabrik Tahu Bulat Songkha Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8700</link>
<description>NILAI TAMBAH KEDELAI MENJADI TAHU BULAT (Studi Kasus di Pabrik Tahu Bulat Songkha Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis)
Agnia Pamungkas, Ryan
Pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi suatu komoditas melalui proses perubahan bentuk produk. Salah satu bentuk pengolahan kedelai yang berkembang di masyarakat adalah pengolahan kedelai menjadi tahu bulat. Proses pengolahan tersebut menyebabkan terjadinya nilai tambah karena adanya penggunaan bahan penunjang, tenaga kerja, serta perubahan bentuk produk yang meningkatkan nilai jual di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, serta menganalisis besarnya nilai tambah dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat di Pabrik Tahu Bulat Songkha Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha dan data sekunder dari berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total dalam satu kali proses produksi sebesar Rp4.180.102,09 dengan penerimaan sebesar Rp7.600.000 dan pendapatan sebesar Rp3.419.897,91. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat sebesar Rp17.663,88 per kilogram (per 125 butir) dengan rasio nilai tambah sebesar 58,10%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengolahan kedelai menjadi tahu bulat mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan meningkatkan nilai ekonomi kedelai sebagai bahan baku.
</description>
<dc:date>2026-03-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8698">
<title>KELAYAKAN USAHATANI MELON (CUCUMIS MELO L) HIDROPONIK DENGAN SISTEM IRIGASI TETES (STUDI KASUS DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS)</title>
<link>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8698</link>
<description>KELAYAKAN USAHATANI MELON (CUCUMIS MELO L) HIDROPONIK DENGAN SISTEM IRIGASI TETES (STUDI KASUS DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS)
MULDAD NURHAMDAJANI, DALIK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya usahatani melon dengan menggunakan hiroponik sistem tetes namun petani masih kesulitan dalam melakukan analisis usahatani sehingga kurang mengetahui kelayakan dari usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes dan kelayakan usaha melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif  untuk memperoleh informasi mengenai analisis usaha melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif hasil angket. Hasil penelitian ini menujukan bahwa : 1) Rata-rata biaya total usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin selaku responden 1 sebesar Rp. 12.560.771 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan selaku responden 2 sebesar Rp. 38.618.507, dengan total penerimaan dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 31.500.000 sedangkan  milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 105.000.000. Dan pendapatan usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 18.939.229 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 66.381.493. 2) Rata-rata nilai R/C usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes sebesar 2,50 milik bapak Hilman Firmanudin dan R/C 2,71 milik bapak Darif Haidarifan. Dengan nilai R/C dari kedua responden pemilik usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi di Kecamatan Baregebeg dua-duanya memilik nilai R/C lebih dari 1 (satu), maka usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes di Kecamatan Baregbeg layak untuk dijalankan.
</description>
<dc:date>2026-01-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
