<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Proceedings</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/5" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/5</id>
<updated>2026-05-15T05:33:23Z</updated>
<dc:date>2026-05-15T05:33:23Z</dc:date>
<entry>
<title>REVITALISASI TRADISI DAN BUDAYA LOKAL KESENIAN CALUNG MELALUI KOMUNITAS PENGGIAT SENI SUNDA DI KABUPATEN CIAMIS</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8674" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusmayadi, Yadi</name>
</author>
<author>
<name>Printina, Brigida,Intan</name>
</author>
<author>
<name>Nurholis, Egi</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8674</id>
<updated>2026-05-08T02:37:03Z</updated>
<published>2024-09-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">REVITALISASI TRADISI DAN BUDAYA LOKAL KESENIAN CALUNG MELALUI KOMUNITAS PENGGIAT SENI SUNDA DI KABUPATEN CIAMIS
Kusmayadi, Yadi; Printina, Brigida,Intan; Nurholis, Egi
This study aims to examine the revitalization efforts of calung art through the role of Sunda art&#13;
enthusiast communities in Ciamis Regency. Calung art has experienced a decline in interest,&#13;
particularly among the younger generation, due to modernization and cultural value shifts. This&#13;
research employs a qualitative approach with a case study method, utilizing in-depth&#13;
interviews, participatory observation, and document analysis as data collection techniques. The&#13;
findings reveal that art enthusiast communities play a crucial role in preserving calung through&#13;
routine activities, education, and the use of digital technology for promotion. However,&#13;
challenges such as the lack of youth interest and limited government support remain significant&#13;
obstacles. The study suggests strengthening collaboration between art communities, the&#13;
government, and educational institutions to enhance the effectiveness of revitalization efforts.&#13;
Keywords: Calung art, cultural revitalization, art community, Ciamis Regency, Sunda culture
</summary>
<dc:date>2024-09-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Arsitektur Rumah Adat Kampung Kuta sebagai Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Kualitas Pendidik Abad 21</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8670" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ratih, Dewi</name>
</author>
<author>
<name>Sondarika, Wulan</name>
</author>
<author>
<name>Kusmayadi, Yadi</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8670</id>
<updated>2026-05-08T01:31:31Z</updated>
<published>2023-12-03T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Arsitektur Rumah Adat Kampung Kuta sebagai Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Kualitas Pendidik Abad 21
Ratih, Dewi; Sondarika, Wulan; Kusmayadi, Yadi
Pendidikan abad ke-21 menuntut pendidik memiliki kemampuan pedagogik yang kontekstual, reflektif, dan berakar pada lingkungan sosial-budaya peserta didik. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah pemanfaatan kearifan lokal sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji arsitektur rumah adat Kampung Kuta sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam rangka penguatan kualitas pendidik abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian pendidikan berbasis konteks budaya. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh adat dan pendidik, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur rumah adat Kampung Kuta, yang dibangun berdasarkan sistem nilai pamali, mengandung nilai keselarasan ekologis, kesetaraan sosial, disiplin kolektif, dan keberlanjutan lingkungan. Nilai-nilai tersebut berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran kontekstual dan interdisipliner. Pemanfaatan arsitektur rumah adat Kampung Kuta berkontribusi pada penguatan kompetensi pedagogik kontekstual, literasi budaya dan historis, kreativitas pembelajaran, serta sensitivitas sosial dan ekologis pendidik. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur tradisional tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber pedagogis strategis untuk meningkatkan kualitas pendidik abad ke-21.
</summary>
<dc:date>2023-12-03T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Socio-economic and agroecological factors influencing sacha inchi productivity in West Java, Indonesia</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8558" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yusuf, Muhamad Nurdin</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8558</id>
<updated>2026-04-27T05:57:53Z</updated>
<published>2026-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Socio-economic and agroecological factors influencing sacha inchi productivity in West Java, Indonesia
Yusuf, Muhamad Nurdin
</summary>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PAMALI DI LEUWEUNG GEDE: KAJIAN HISTORIS DAN NILAI-NILAI  KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN EKOSISTEM HUTAN DI  KAMPUNG ADAT KUTA KABUPATEN CIAMIS</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8247" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusmayadi, Yadi</name>
</author>
<author>
<name>Nurrhohmah, Ahliha</name>
</author>
<author>
<name>Mubarok, Rijal</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8247</id>
<updated>2025-11-05T02:57:39Z</updated>
<published>2025-10-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PAMALI DI LEUWEUNG GEDE: KAJIAN HISTORIS DAN NILAI-NILAI  KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN EKOSISTEM HUTAN DI  KAMPUNG ADAT KUTA KABUPATEN CIAMIS
Kusmayadi, Yadi; Nurrhohmah, Ahliha; Mubarok, Rijal
Leuweung Gede, Kuta Traditional Village, and analyze their role in preserving the forest &#13;
ecosystem. The research method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach. &#13;
Data were collected through observation, semi-structured interviews with traditional leaders, &#13;
and documentation of community activities. Data analysis was conducted through reduction, &#13;
presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that pamali reflects the &#13;
values of spirituality, simplicity, cleanliness, respect for ancestors, and ecological awareness. &#13;
These values serve as ethical guidelines that not only strengthen cultural identity but also &#13;
preserve nature. From an ecological perspective, pamali contributes to maintaining forest &#13;
diversity, preserving sacred forests, preventing pollution, and protecting the water cycle. Thus, pamali plays an important role as a culture-based conservation mechanism that supports &#13;
ecosystem sustainability.
Abstrak  &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam &#13;
praktik pamali di Leuweung Gede, Kampung Adat Kuta, serta menganalisis perannya dalam &#13;
mempertahankan ekosistem hutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif &#13;
kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi&#13;
terstruktur dengan tokoh adat, dan dokumentasi aktivitas masyarakat. Analisis data dilakukan &#13;
melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
pamali mencerminkan nilai spiritualitas, kesederhanaan, kebersihan, penghormatan kepada &#13;
leluhur, serta kesadaran ekologis. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai pedoman etis yang &#13;
tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjaga kelestarian alam. Dari perspektif &#13;
ekologis, pamali berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hutan, melestarikan hutan &#13;
keramat, mencegah pencemaran, serta melindungi siklus air. Dengan demikian, pamali &#13;
berperan penting sebagai mekanisme konservasi berbasis budaya yang mendukung &#13;
keberlanjutan ekosistem.
</summary>
<dc:date>2025-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
