<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Nurse Profession</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3247" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3247</id>
<updated>2026-10-14T09:37:42Z</updated>
<dc:date>2026-10-14T09:37:42Z</dc:date>
<entry>
<title>Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10594" rel="alternate"/>
<author>
<name>Merisa</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10594</id>
<updated>2026-09-19T06:42:49Z</updated>
<published>2026-08-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus
Merisa
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Kepatuhan diet menjadi salah satu pilar penting dalam pengelolaan diabetes mellitus, namun masih banyak pasien yang belum mampu menjalankan diet secara konsisten. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan diet adalah self-efficacy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan self-efficacy dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini merupakan literature review menggunakan database Google Scholar/Cendekia dan PubMed tahun 2016–2026. Dari 1.899 artikel yang diseleksi menggunakan metode PICOS dan PRISMA, diperoleh 10 jurnal yang dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Hasil: Hasil literature review menunjukkan bahwa seluruh penelitian menyatakan terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus dengan nilai p &lt; 0,05. Pasien dengan self-efficacy yang baik cenderung lebih patuh dalam menjalankan diet dibandingkan pasien dengan self-efficacy rendah. Kesimpulan: Self-efficacy memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus sehingga peningkatan self-efficacy perlu menjadi bagian penting dalam intervensi keperawatan.
</summary>
<dc:date>2026-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN NY. S DENGAN  GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN MELALUI INTERVENSI TERAPI PSIKORELIGIUS DZIKIR DI BLUD UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA 2</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10572" rel="alternate"/>
<author>
<name>syamsu</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10572</id>
<updated>2026-09-19T06:13:54Z</updated>
<published>2026-09-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN NY. S DENGAN  GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN MELALUI INTERVENSI TERAPI PSIKORELIGIUS DZIKIR DI BLUD UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA 2
syamsu
ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Halusinasi pendengaran merupakn salah satu gejala yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan Skizofrenia, dan merupakan kasus yang paling banyak yang terjadi dimasyarakat. Halusinasi tidak ditangani segera, dapat menimbulkan resiko terhadap keamanan diri klien sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Terapi Psikoreligius Dzikir Pada Pasien Skizofrenia Dengan Masalah Keperawatan Presepsi Sensori : Halusinasi Pendenharan DI BLUD UPTD Puskesmas Purwaharja 2.&#13;
Desain penelitian mengguanakan studi kasus yang dilakukan pada satu pasien dengan masalah keperawatan gangguan presepsi sensori: halusinasi pendengaran. Penelitian ini dilakukan di BLUD UPTD Puskesmas Purwaharja 2 Kota Banjar bulan Maret 2026. Metode pengumpulan data menggunakan data lembar pengkajian keperwatan jiwa, dengan melakukan wawancara,observasi dan melakukan pemeriksaan fisik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk naratif.&#13;
Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan terapi psikoreligius dzijkir dilakukan selam 12 hari pada pasien skizofrenia mampu mengontrol halusinasi, dengan kriteria hasil pada SP1-SP4 pasien dapat membina hubungan saling percaya, pasien mampu mendemosntrasikan pelaksanaan kegitaan sehari-hari dengan cara penerapan terapi psikoreligius dzikir apabila halusinasinya muncul, pasien dapat mendemontasikan kepatuhan minum obat untuk mencegah halusinasi.&#13;
Kesimpulan karya ilmiah akhir ini dari penerapan terapi psikoreligius dzikir klien mampu mengontrol halusinasinya. Diharapkan untuk tenaga kesehatan agar mampu menberikan itervensi tambahan seperti terapi psikoreligius dzikir dirumah untuk mengontrol halusinasi pasien serta meningkatkan kinerja perawat sebagai tenaga kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Purwaharja 2. &#13;
&#13;
ABSTRACT&#13;
&#13;
&#13;
Auditory hallucinations are one of the symptoms frequently found in patients with schizophrenia, and are the most common cases that occur in the community. Hallucinations are not treated immediately, can pose a risk to the safety of the client himself, others, and the surrounding environment. This study aims to determine the Application of Psychoreligious Dhikr Therapy in Schizophrenia Patients with Sensory Perception Nursing Problems: Auditory Hallucinations in BLUD UPTD Purwaharja 2 Health Center.&#13;
The research design used a case study conducted on one patient with nursing problems of sensory perception disorders: auditory hallucinations. This research was conducted at the BLUD UPTD Purwaharja 2 Health Center, Banjar City in March 2026. The data collection method used mental health nursing assessment sheets, by conducting interviews, observations and physical examinations. The collected data were then analyzed and presented in narrative form.&#13;
The results of the study after the application of dhikr psychoreligious therapy for 12 days in schizophrenia patients were able to control hallucinations, with the outcome criteria in SP1-SP4 patients were able to build a relationship of mutual trust, patients were able to demonstrate the implementation of daily activities by applying dhikr psychoreligious therapy when hallucinations appeared, patients were able to demonstrate compliance in taking medication to prevent hallucinations.&#13;
The conclusion of this final scientific paper is that the application of dhikr psychoreligious therapy to clients was able to control their hallucinations. It is hoped that healthcare workers will be able to provide additional interventions, such as dhikr psychoreligious therapy at home, to control patient hallucinations and improve the performance of nurses as healthcare workers at the BLUD UPTD Purwaharja 2 Health Center.
STUDI KASUS&#13;
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN&#13;
MELALUI INTERVENSI TERAPI PSIKORELIGIUS DZIKIR&#13;
DI BLUD UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA 2
</summary>
<dc:date>2026-09-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH BUNGA TELANG TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA  DENGAN HIPERTENSI</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10515" rel="alternate"/>
<author>
<name>Syarifatul Fauziah, Resty</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10515</id>
<updated>2026-09-19T02:41:25Z</updated>
<published>2026-09-18T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH BUNGA TELANG TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA  DENGAN HIPERTENSI
Syarifatul Fauziah, Resty
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada lanjut usia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh  karena  itu  diperlukan  terapi  untuk mengatasi  penyakit  hipertensi  yaitu  dengan  terapi  farmakologi  dan  non-farmakologi.  Salah  satu penanganan  Hipertensi  menggunakan  non  farmakologi  dapat  menggunakan  bunga  telang. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti antosianin dan flavonoid yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bunga telang sebagai bahan utama untuk menanggulangi atau mengonttol tekanan darah berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan melalui pendekatan literature review. Sebanyak 8 jurnal dipilih dan dianalisis menggunakan metode DSVIA (Description, Synthesis, Verification, Interpretation, dan Analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa bunga telang efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Disarankan peran aktif petugas kesehatan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat menganai manfaat bunga telang dalam menurunkan tekanan darah.
</summary>
<dc:date>2026-09-18T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN GEJALA PSIKOSOSIAL (DEPRESI, KECEMASAN, DAN SETRES ) PADA PASEN GANGGUAN JIWA</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10451" rel="alternate"/>
<author>
<name>Silvia, Nurmadona</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/10451</id>
<updated>2026-09-18T08:34:58Z</updated>
<published>2026-06-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN GEJALA PSIKOSOSIAL (DEPRESI, KECEMASAN, DAN SETRES ) PADA PASEN GANGGUAN JIWA
Silvia, Nurmadona
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN GEJALA PSIKOSOSIAL (DEPRESI, KECEMASAN, DAN SETRES ) PADA PASEN GANGGUAN JIWA&#13;
&#13;
Silvia Nurmadona¹, Reni Hertini², Ade Sity Riantina³ Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Pendahuluan: Gangguan jiwa merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup individu.Salah satu manifestasi yang paling sering muncul adalah gejala psikososial, yang meliputi depresi, kecemasan, dan stres. Sayangnya, Gejala psikososial ini menjadi indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan mental pasien dengan gangguan jiwa, karena berhubungan langsung dengan kemampuan individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan berinteraksi secara sosial. erapi musik merupakan metode terapeutik yang memanfaatkan musik sebagai media untuk membantu individu mengekspresikan emosi, meningkatkan relaksasi, serta mengurangi gejala psikososial. Terapi ini memiliki kelebihan karena bersifat non-invasif, mudah diterapkan, serta memiliki risiko yang minimal. Metode: Penelitian ini merupakan studi literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda (Garba Rujukan Digital), dan SINTA. Kriteria inklusi adalah jurnal terpublikasi dalam 10 tahun terakhir dan relevan dengan topik. Artikel yang ditemukan dinilai kualitasnya menggunakan JBI Critical Appraisal, dan diperoleh 10 jurnal yang sesuai. Hasil: Literatur yang ditinjau menunjukkan bahwa terapi terapi musik memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan mental pada individu dengan gangguan jiwa. Hal ini ditunjukkan oleh sebagian besar penelitian yang melaporkan adanya penurunan gejala depresi, kecemasan, dan stres setelah diberikan intervensi terapi musik, dengan hasil yang signifikan secara statistik (p &lt;0,05).&#13;
Diskusi: Terapi musik dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam meningkatkan kesehatan psikososial, khususnya pada pasien dengan gangguan jiwa.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Terapi Musik, Psikososial (Depresi, Kecemasan, dan Stres), Pada pasen gangguan jiwa
</summary>
<dc:date>2026-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
