<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Midwifery</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3246" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3246</id>
<updated>2026-09-13T18:23:39Z</updated>
<dc:date>2026-09-13T18:23:39Z</dc:date>
<entry>
<title>HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 6- 24 BULAN DI DESA SUKAMANAH KECAMATAN SINDANGKASIH KABUPATEN CIAMIS</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9880" rel="alternate"/>
<author>
<name>SULASTRI, SRI</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9880</id>
<updated>2026-09-13T15:23:02Z</updated>
<published>2026-01-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 6- 24 BULAN DI DESA SUKAMANAH KECAMATAN SINDANGKASIH KABUPATEN CIAMIS
SULASTRI, SRI
Stunting masih menjadi persoalan gizi kronis yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak serta kualitas sumber daya manusia. Salah satu aspek yang dapat diperbaiki pada tingkat keluarga adalah praktik pengasuhan, terutama pemenuhan gizi, perawatan kesehatan, dan stimulasi. Penelitian ini menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada anak usia 6–24 bulan di Desa Sukamanah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Tahun 2026.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi terdiri atas 75 ibu yang mempunyai anak usia 6–24 bulan di Desa Sukamanah dan seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Pola asuh dinilai menggunakan kuesioner, sedangkan status stunting diperoleh melalui lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.&#13;
Sebanyak 55 responden (73,3%) berada pada kategori pola asuh baik, 16 responden (21,3%) termasuk kategori cukup, dan 4 responden (5,3%) berada pada kategori kurang. Status normal ditemukan pada 57 anak (76,0%), sedangkan 18 anak (24,0%) mengalami stunting. Uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,000 (p&lt;0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dan kejadian stunting. Temuan ini mendukung penguatan edukasi keluarga mengenai pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pemantauan pertumbuhan anak
</summary>
<dc:date>2026-01-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan Kejadian Anemia pada Siswi Kelas VII di SMPN 1 Sidamulih Pangandaran</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9879" rel="alternate"/>
<author>
<name>Priyanti, Fitrieni</name>
</author>
<author>
<name>Priyanti, Fitrieni</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9879</id>
<updated>2026-09-13T15:19:17Z</updated>
<published>2026-08-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan Kejadian Anemia pada Siswi Kelas VII di SMPN 1 Sidamulih Pangandaran
Priyanti, Fitrieni; Priyanti, Fitrieni
Latar belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan. Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) diduga berhubungan dengan status anemia, tetapi pengukuran potong lintang tidak dapat menetapkan hubungan sebab akibat. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada siswi kelas VII di SMPN 1 Sidamulih Pangandaran. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang melibatkan 52 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kepatuhan dinilai berdasarkan konsumsi TTD selama empat minggu sebelum pemeriksaan Hb. Kejadian anemia ditentukan berdasarkan hasil pengukuran Hb dengan batas &lt;12 g/dL. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan rasio prevalensi kasar dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 29 responden (55,8%) patuh mengonsumsi TTD dan 23 responden (44,2%) tidak patuh. Sebanyak 18 responden (34,6%) mengalami anemia dan 34 responden (65,4%) tidak mengalami anemia. Prevalensi anemia pada kelompok tidak patuh sebesar 60,9%, sedangkan pada kelompok patuh sebesar 13,8%. Terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi TTD dan kejadian anemia (p&lt;0,001; PR kasar=4,41; IK95% 1,68–11,61). Kesimpulan: Ketidakpatuhan konsumsi TTD berhubungan dengan prevalensi anemia yang lebih tinggi. Hasil ini merupakan asosiasi kasar dan tidak membuktikan hubungan kausal. Saran: Sekolah dan puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi serta pemantauan konsumsi TTD secara rutin, sedangkan remaja putri dianjurkan mengonsumsi TTD sesuai anjuran sebagai upaya pencegahan anemia.
</summary>
<dc:date>2026-08-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN LILA IBU HAMIL KEK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAMANSARI TAHUN 2026</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9878" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mulyasari, Kuswi</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9878</id>
<updated>2026-09-13T15:16:19Z</updated>
<published>2026-08-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN LILA IBU HAMIL KEK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAMANSARI TAHUN 2026
Mulyasari, Kuswi
Latar Belakang Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil (LILA &lt; 23,5 cm) di UPTD Puskesmas Tamansari mencapai 10%. Rendahnya kepatuhan PMT biskuit pabrikan (50%) akibat rasa monoton mendorong perlunya alternatif PMT berbasis pangan lokal. Tujuan Menganalisis pengaruh PMT pangan lokal terhadap kenaikan LILA ibu hamil KEK di UPTD Puskesmas Tamansari. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif pre-experimental (one group pretest-posttest) selama 30 hari. Data LILA diukur sebelum dan sesudah intervensi, lalu dilakukan analisis dengan uji paired T-test/Wilcoxon. Hasil PMT pangan lokal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan LILA (p = 0,000). Rata-rata LILA meningkat sebesar 2,10 cm, dari 21,80 cm (pretest) menjadi 23,90 cm (posttest). Kepatuhan menjadi faktor kunci, di mana 73,6% ibu yang patuh berhasil mencapai LILA normal. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian yaitu pemberian PMT berbasis pangan lokal efektif meningkatkan LILA ibu hamil KEK dan direkomendasikan untuk pemulihan gizi di pelayanan kesehatan primer.
</summary>
<dc:date>2026-08-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS PANAWANGAN TAHUN 2026</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9876" rel="alternate"/>
<author>
<name>., Herawati</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9876</id>
<updated>2026-09-13T15:12:36Z</updated>
<published>2026-08-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS PANAWANGAN TAHUN 2026
., Herawati
</summary>
<dc:date>2026-08-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
