<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Mathematics Education</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3243" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/3243</id>
<updated>2026-09-13T17:19:58Z</updated>
<dc:date>2026-09-13T17:19:58Z</dc:date>
<entry>
<title>Eksplorasi Konsep Matematika pada Pembuatan Gula Aren Tradisional di Desa Sandingtaman untuk Pengembangan Soal Kontekstual</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9802" rel="alternate"/>
<author>
<name>Susilawati, Ai Susi</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9802</id>
<updated>2026-09-12T12:54:40Z</updated>
<published>2026-08-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Eksplorasi Konsep Matematika pada Pembuatan Gula Aren Tradisional di Desa Sandingtaman untuk Pengembangan Soal Kontekstual
Susilawati, Ai Susi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi matematis siswa di Indonesia yang &#13;
terjadi karena ketidakterbiasaan siswa dalam mengerjakan soal kontekstual. Untuk &#13;
mengatasi masalah tersebut, guru dapat menjembatani pengetahuan luar sekolah dengan &#13;
konsep matematika di dalam kelas. Salah satu contohnya yaitu melalui eksplorasi &#13;
etnomatematika pada produksi gula aren di Sandingtaman. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas matematis dalam pembuatan gula aren di &#13;
Desa Sandingtaman, Panjalu, Ciamis, serta merancang instrumen soal kontekstual. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan &#13;
pendekatan etnografi. Data yang digunakan yaitu data hasil observasi, wawancara, dan &#13;
dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, &#13;
reduksi data dan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan &#13;
pembuatan gula aren di Desa Sandingtaman memuat penerapan etnomatematika melalui &#13;
empat aktivitas fundamental Bishop, yaitu membilang (counting), mengukur &#13;
(measuring), merancang (designing), dan menjelaskan (explaining). Selain itu, terdapat &#13;
konsep matematika pada setiap tahapan produksi yang mencakup bilangan bulat dan &#13;
pecahan, perbandingan, serta geometri bangun datar dan bangun ruang. Temuan ini &#13;
kemudian direalisasikan menjadi soal uraian kontekstual untuk melatih siswa &#13;
memecahkan masalah nyata.
</summary>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9801" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9801</id>
<updated>2026-09-12T12:49:53Z</updated>
<published>2026-08-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika melalui proses berpikir yang sistematis, logis, dan terarah. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara peserta didik yang belajar menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah dan peserta didik yang belajar menggunakan model Project-Based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment dengan desain Two-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri 13 Ciamis Tahun Pelajaran 2025/2026. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen I dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen II. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi statistika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis antara kedua kelas. Kedua model pembelajaran sama-sama mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan kategori sedang, di mana Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah maupun Project-Based Learning (PjBL) memberikan dampak peningkatan yang setara. Dengan demikian, penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah maupun Project-Based Learning (PjBL) sama-sama dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis pada pembelajaran matematika
</summary>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ELICIT, CONFRONT, IDENTIFY, RESOLVE, REINFORCE (ECIRR) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9799" rel="alternate"/>
<author>
<name>Muplihah, Lilih</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9799</id>
<updated>2026-09-12T12:26:07Z</updated>
<published>2026-08-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ELICIT, CONFRONT, IDENTIFY, RESOLVE, REINFORCE (ECIRR) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
Muplihah, Lilih
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat aktif dalam membangun pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ECIRR terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen (quasi experimental) dan desain Non-Equivalent Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTs Al-Huda Sadananya Tahun Pelajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model ECIRR dan kelas VII B sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-test, dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan model ECIRR  dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kovensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce (ECIRR) berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
</summary>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penerapan Model Problem Based Learning Dengan Konteks Makanan Tradisional Galendo Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi SPLDV</title>
<link href="http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9798" rel="alternate"/>
<author>
<name>YANUARITA, 2118220026</name>
</author>
<id>http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9798</id>
<updated>2026-09-12T12:18:39Z</updated>
<published>2026-08-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penerapan Model Problem Based Learning Dengan Konteks Makanan Tradisional Galendo Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi SPLDV
YANUARITA, 2118220026
SULASTRI YANUARITA. (2118220026). Penerapan Model Problem  Based Learning  Dengan Konteks Makanan Tradisional Galendo Untuk Meningkatkan Kemamapuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi SPLDV.&#13;
Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis matematis siswa tergolong rendah. Oleh karenanya perlu menerapkan model PBL dengan konteks makanan tradisional galendo. Dari berbagai literatur, kajian pustaka dan penelitian sebelumnya, diprediksi bahwa model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah diterapkan model Problem  Based Learning dengan konteks makanan tradisional galendo. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuasi eksperimen, dengan desain Non-equivalent Pretest-Posttest Control Grup Design. Teknik analisis data menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII di SMP IT Miftahun Nidzom Kabupaten Ciamis. Adapun jumlah seluruh kelas VIII sebanyak 2 kelas mulai dari kelas VIII A dan VIII B. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini peneliti menggunakan system non-probability sampling.  Adapun sampel yang terpilih adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 14 orang dan kelas VIII B  sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 14 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen tes uraian yaitu suatu pertanyaan dengan cara menguraikan jawaban sesuai dengan langkah-langkah yang tepat dan menjelaskan gagasannya melalui bahasa sendiri secara lengkap dan jelas. Pokok bahasan yang disajikan sebagai bahan materi adalah SPLDV. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model Problem  Based Learning dengan konteks makanan tradisional galendo.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Model Problem  Based Learning , Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
</summary>
<dc:date>2026-08-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
