Abstract:
Latar Belakang: Masa nifas merupakan periode adaptasi fisik dan psikologis bagi seorang ibu. Perubahan peran, fluktuasi hormonal, dan kelelahan dapat memicu gangguan suasana hati ringan seperti postpartum blues. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi kondisi psikologis ibu nifas adalah dukungan dari keluarga, terutama suami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis literatur ilmiah mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kejadian postpartum blues pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan protokol PRISMA. Pencarian artikel ilmiah dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed untuk publikasi kurun waktu 10 tahun (2016–2026). Strategi pencarian menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi dengan kerangka kerja PICOS. Penilaian kualitas metodologi studi menggunakan critical appraisal. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria diekstraksi dan dianalisis secara naratif. Hasil: Hasil penelaahan terhadap 15 artikel nasional dan internasional menunjukkan bahwa dukungan keluarga (meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan) memiliki hubungan signifikan secara negatif/berkebalikan terhadap kejadian postpartum blues. Semakin baik dukungan keluarga yang diterima oleh ibu nifas, maka semakin rendah risiko atau tingkat keparahan kejadian postpartum blues. Keterlibatan dan perhatian aktif suami menjadi faktor protektif utama. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian postpartum blues pada ibu nifas. Keterlibatan keluarga dan perawat dalam memberikan konseling serta dukungan psikososial selama masa postpartum sangat penting untuk mencegah gangguan mental pada ibu.