Abstract:
Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis. Mahasiswa profesi Ners yang menjalani praktik klinik menghadapi tuntutan akademik dan klinik yang dapat menurunkan kualitas tidur serta meningkatkan tingkat stres. Stres berdampak pada konsentrasi, pengambilan keputusan, performa akademik, dan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat stres pada mahasiswa profesi Ners angkatan 2026 STIKes Muhammadiyah Ciamis selama praktik klinik. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi Ners angkatan 2026 STIKes Muhammadiyah Ciamis yang sedang menjalani praktik klinik, dengan sampel 32 responden menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas tidur dan tingkat stres, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 22 responden (68,8%) memiliki kualitas tidur buruk dan 10 responden (31,3%) memiliki kualitas tidur baik. Tingkat stres didominasi kategori stres berat sebanyak 12 responden (37,5%), diikuti stres ringan 11 responden (34,4%) dan stres sedang 9 responden (28,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 27,769 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tingkat stres. Kesimpulan: Semakin baik kualitas tidur mahasiswa profesi Ners, semakin rendah tingkat stres selama praktik klinik. Upaya peningkatan kualitas tidur melalui pengaturan waktu istirahat, manajemen waktu, pembatasan penggunaan gawai sebelum tidur, dan pengelolaan stres perlu dilakukan untuk mendukung kesehatan fisik dan psikologis mahasiswa.