Abstract:
Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan persepsi, pikiran, emosi, dan perilaku, salah satunya berupa perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Penatalaksanaan perilaku kekerasan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi psikoreligius dzikir. Terapi dzikir diyakini mampu memberikan efek relaksasi, menurunkan kecemasan, meningkatkan kontrol emosi, serta membantu pasien mengontrol perilaku kekerasan melalui pendekatan spiritual. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi psikoreligius dzikir dalam mengontrol perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia berdasarkan hasil literature review. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect pada rentang tahun 2016–2026. Seleksi artikel menggunakan metode PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan pendekatan PICOS. Hasil pencarian diperoleh 215 artikel, kemudian dilakukan penyaringan hingga diperoleh 10 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Penilaian kualitas artikel menggunakan Critical Appraisal. Hasil: Hasil kajian dari 10 jurnal menunjukkan bahwa terapi psikoreligius dzikir efektif dalam mengontrol perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia, ditandai dengan penurunan tanda dan gejala perilaku kekerasan, peningkatan kemampuan kontrol emosi, peningkatan ketenangan batin, serta perubahan perilaku pasien menjadi lebih kooperatif. Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi dzikir terhadap penurunan perilaku kekerasan dengan nilai p value < 0,05. Saran: Terapi psikoreligius dzikir dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan jiwa untuk membantu mengontrol perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai standar dosis terapi dzikir yang optimal berdasarkan frekuensi, durasi, dan jumlah bacaan.