Abstract:
Latar Belakang: Preeklampsia masih menjadi salah satu faktor penting yang
berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan serta kematian pada ibu bersalin
di Indonesia. Karakteristik paritas dan usia maternal diperkirakan memiliki
keterkaitan dengan munculnya preeklampsia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan
usia dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Pandega
Pangandaran tahun 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan memanfaatkan
data sekunder rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 137 ibu bersalin yang
diperoleh melalui teknik systematic random sampling. Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (continuity correction).
Hasil: Dari 137 ibu bersalin, sebagian kecil (16,8%) mengalami preeklampsia.
Sebagian besar ibu bersalin memiliki paritas berisiko (primipara/grandemultipara)
yaitu 54,0%, sedangkan sebagian kecil memiliki usia berisiko tinggi (<20 atau >35
tahun) yaitu 24,1%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat asosiasi yang
signifikan antara paritas dengan kejadian preeklampsia (p=0,020; OR=3,729; 95%
CI=1,296–10,726) serta antara usia dengan kejadian preeklampsia (p<0,001;
OR=17,354; 95% CI=5,951–50,609).
Simpulan: Terdapat asosiasi antara paritas dan usia dengan kejadian preeklampsia
pada ibu bersalin di RSUD Pandega Pangandaran tahun 2025. Tenaga kesehatan di
RSUD Pandega Pangandaran disarankan meningkatkan deteksi dini preeklampsia,
terutama pada ibu bersalin dengan usia dan paritas berisiko.