Abstract:
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikontrol dengan baik. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman herbal, seperti jahe (Zingiber officinale roscoe), yang memiliki kandungan senyawa aktif bersifat antidiabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan air jahe terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, dan ProQuest menggunakan kata kunci terkait jahe dan diabetes melitus. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam penelitian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi air rebusan jahe secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa, sewaktu, maupun postprandial melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin, peningkatan ambilan glukosa oleh sel, serta efek antioksidan dan antiinflamasi. Kesimpulannya, rebusan air jahe berpotensi sebagai terapi komplementer yang efektif dan aman dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan terapi ini sebagai pendamping pengobatan utama, serta diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat.