Unigal Repository

KEBERADAAN KERATON SELAGANGGA CIAMIS SEBAGAI WARISAN SEJARAH DARI ABAD XIX-XXI

Show simple item record

dc.contributor.author badrusalam, habib
dc.date.accessioned 2026-08-18T01:22:03Z
dc.date.available 2026-08-18T01:22:03Z
dc.date.issued 5-08-26
dc.identifier.other 2105220003
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9096
dc.description Dr.Yeni Wijayanti,S.S.,M.Hum.,M.Pd. Egi Nurholis,S.Pd.,M.Pd. en_US
dc.description.abstract Keraton Selagangga yang terletak di Kabupaten Ciamis merupakan salah satu peninggalan Sejarah yang mencerminkan dinamika politik, sosial, dan budaya Masyarakat Jawa Barat dari abad XIX hingga abad XXI. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kualitatif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña, bertujuan berkelanjutan dari abad XIX hingga abad XXI, serta peranannya dalam menjaga kesinambungan Sejarah dan budaya lokal. Hasil Kajian berisi : 1 Keraton Selagangga Ciamis dibangun pada tahun1859 Oleh Raden Adipati Aria kusumadiningrat, Keberandaan Keraton Selagangga tidak hanya berfungsi sebagai symbol kekuasaan lokal pada masa lampau, tetapi juga menjadi pusat pelestarian nilai-nilai tradisi, adat istiadat, serta identitas kultura; masyarakat setempat. Seiring dengan perubahan zaman keraton ini mengalami berbagai tantangan, mulai dari pergeseran fungsi, kondisi fisik bangunan,2. Koleksi keraton,keris,kujang, pedang,patren (keris kecil),bedog besar,tumbak, mata Tumbak, Baki tembaga, kail besar, payung besar, lemarin payung,keramik,Guci,Arca Polinesia, Batu hindu, Batu Pemujaan,Batu menhir,Batu dolmen,Batu lumping,Batu prasasti, Meriam kalatntak, Peluru kalantak wajan tembaga (baskom), Gong,Bonang,kenoh, Saroh, tongkat,tongkat draja/bendera,Naskah khutban R.A.A. kusumasupbrata,kulit hariamau,Buku silsilah,Foto dokumentasi keraton selagangga,lemari tumbak,lemari keris,kotak keris,kotak kaca tempat keris, kotak perpustakaan,Alat elekronik. 3. Upaya Pelestarian (1) konservasi preventif (pencegahan) memantau suhul dan kelebaban ruangan penyimpanan secara keta (mencegah kerusakan seperti jamur atau serangan maupun fiksi” “konservasi kuratif (perbaikan) perbaikan fiksi koleksi menggunakan bahan khusus untuk memperbaiki barang koleksi” “Pembersihan khusus-(2) Revitalisaasi museum mengubah tata ruang museum menjadi lebih interaktif nyaman, agar menarik generasi muda- (3) Renovasi bangunan memperbaiki Gedung museum keraton selagangga, dengan mempertahankan karakteristinya-Edukasi en_US
dc.description.sponsorship Dr.Yeni Wijayanti,S.S.,M.Hum.,M.Pd. Egi Nurholis,S.Pd.,M.Pd. en_US
dc.publisher Fakultas Keguruan Dan ilmu Pendidikan en_US
dc.subject Keywords: Keraton Selagangga, warisan Sejarah, abad XIX-XXI, budaya lokal en_US
dc.title KEBERADAAN KERATON SELAGANGGA CIAMIS SEBAGAI WARISAN SEJARAH DARI ABAD XIX-XXI en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account