Unigal Repository

Analisis Penerapan Metode Seven Tools dan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Plywood

Show simple item record

dc.contributor.author Apriadi, Ade Nendi
dc.date.accessioned 2026-08-04T03:29:56Z
dc.date.available 2026-08-04T03:29:56Z
dc.date.issued 2026-06-27
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8994
dc.description.abstract Ade Nendi Apriadi, NIM.3402220409. “Analisis Penerapan Metode Seven Tools dan Failure Mode And Effect Analiysis (FMEA) Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Plywood (Suatu Studi pada PT. Berkat Karunia Surya Kota Banjar)”. Dibawah bimbingan Bapak H. Mujaddid Faruk, S.E., M.M. (Pembimbing I) dan Ibu Anisa Lisara, S.Pd., M.M. (Pembimbing II) Kualitas produksi merupakan faktor strategis yang menentukan daya saing perusahaan plywood, terutama dalam memenuhi standar pasar ekspor yang menuntut konsistensi mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dalam peningkatan kualitas produksi plywood di PT Berkat Karunia Surya Kota Banjar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi, serta analisis jumlah defect dan produksi tahun 2025 sebagai baseline, dan perbandingan apple to apple Januari-Februari 2025 dan 2026. Analisis Seven Tools dilakukan melalui check sheet, histogram, diagram Pareto, diagram pencar, diagram sebab akibat, flowchart, dan peta kendali untuk mengidentifikasi cacat dominan, distribusi cacat, serta stabilitas proses. Hasilnya menunjukkan penurunan jumlah defect sebesar 30% di awal 2026, dengan histogram memperlihatkan distribusi cacat lebih terkendali, diagram Pareto menegaskan delaminasi face/back dan long core hole/lape sebagai cacat dominan, serta peta kendali menunjukkan seluruh titik berada dalam batas kendali. FMEA digunakan untuk menilai risiko cacat produksi melalui parameter Severity, Occurrence, dan Detection, yang dihitung menjadi nilai Risk Priority Number (RPN). Baseline 2025 menunjukkan mesin (162) dan material (144) memiliki risiko tertinggi, sedangkan manusia (105) dan metode (105) berada pada tingkat menengah. Pada awal 2026, nilai RPN turun signifikan: mesin (72), material (64), manusia (42), dan metode (42). Integrasi Seven Tools dan FMEA terbukti efektif dalam mengidentifikasi cacat dominan sekaligus menilai tingkat risiko, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi perbaikan mutu yang lebih komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kedua metode berperan penting dalam peningkatan kualitas produksi plywood, dengan hasil nyata berupa penurunan defect, peningkatan stabilitas proses, dan pengendalian risiko kegagalan produksi. Kata Kunci: Seven Tools, Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), Kualitas Produksi, Pengendalian Kualitas, Total Quality Management (TQM) en_US
dc.description.sponsorship Faruk, Mujaddid. Lisara, Anisa en_US
dc.language.iso en_US en_US
dc.publisher Manajemen, Fakultas Ekonomi en_US
dc.title Analisis Penerapan Metode Seven Tools dan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Plywood en_US
dc.title.alternative Suatu Studi Pada PT. Berkat Karunia Surya Kota Banjar en_US
dc.type Article en_US
dc.type Book en_US
dc.type Dataset en_US
dc.type Recording, oral en_US
dc.type Software en_US
dc.type Working Paper en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account